INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

FLASH 750, SI TAHAN LAYU DENGAN HASIL MELIMPAH
“Saya pasti pakai (tanam-red) Flash 750 lagi”. Demikian diungkapkan oleh Usep, petani sayur asal Kp Mekarbakti, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat setelah mengetahui performa tanaman cabai hibrida baru Flash 750 yang ia tanam.

Usep memang baru pertama kalinya menanam cabai hibrida Flash 750 di ladangnya. Namun, ia langsung berani memutuskan untuk kembali menanam cabai hibrida tipe keriting keluaran Cap Kapal Terbang itu di lahan seluas dua hektar miliknya. “Flash (750) tanamannya bagus, tahan layu. Dari 12.000 pohon yang saya tanam, nggak ada satupun yang layu. Padahal, varietas lain yang juga saya tanam bersamaan di lahan yang sama banyak yang terkena layu,” ujar Usep.

Saat Abdi Tani berkunjung ke rumahnya, cabai Flash 750-nya sudah memasuki masa panen untuk yang keempat kalinya. Meski demikian, Usep mengaku baru bisa menikmati panennya satu kali, karena kalah cepat dengan pencuri.

“Sekarang sudah panen empat kali, tapi yang tiga kali kemalingan. Jadi baru bisa panen satu kali. Seharusnya sekarang sudah bisa panen lebih dari sepuluh karung atau satu ton lebih,” keluh Usep.

Ketahanan Flash 750 terhadap penyakit layu itu juga diakui oleh Ayudi, petani sekaligus pemilik kios di Desa Margamekar, Pangalengan. Menurutnya sudah banyak petani di wilayahnya beralih menanam cabai yang cocok ditanam di dataran menengah sampai tinggi itu. “Saya sendiri juga sudah pernah menanamnya. Tanamannya memang bagus, terutama untuk ketahanan layunya. Sekarang sudah mulai banyak petani yang mencari benih cabai ini,” kata Ayudi.

Hal yang sama juga dikatakan Haji Komar, penanam Flash 750 dari Desa Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin, Sukabumi, Jawa Barat. “Dibandingkan dengan varietas yang biasa saya tanam jauh sekali bedanya. Ini sangat tahan layu, dari 3.000 pohon yang saya tanam nggak ada yang layu sama sekali,” ujarnya saat ditemui Abdi Tani di kebun Flash 750 miliknya yang sudah dua kali panen.

Sementara itu, Agus Punanto, petani asal Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menilai bahwa cabai Flash 750 lebih adaptif dalam segala kondisi, baik dalam kondisi kering maupun basah. “Saat di lahan terlalu banyak air, pertumbuhannya tidak terganggu. Saat kekurangan air pun juga tidak masalah,” ujar penanam sekitar 2.000 batang Flash 750 di kawasan pegunungan kapur di ujung timur Kabupaten Grobogan itu.

Buah lebih banyak dan seragam
Selain lebih tahan dari serangan penyakit layu, cabai Flash 750 juga diakui mampu berbuah lebat. Usep misalnya, meskipun cabainya sempat dipanen pencuri hingga tiga kali, namun ia tidak begitu mempermasalahkannya karena cabai tersebut mampu berbuah banyak.

“Flash 750 itu per pohonnya bisa menghasilkan buah hingga 1,2 kilogram. Saya perhitungkan, cabai ini sampai 20 kali panen pun tidak akan habis. Karena buahnya banyak sekali dan tanamannya tinggi,” terang Usep.

Sementara itu, Haji Komar mengaku sangat yakin dari 3.000 pohon cabai Flash 750 yang ditanamnya bisa menghasilkan hingga 2,1 ton. “Buahnya memang lebat bukan main dan tahan layu. Kalau ini, dua ton seratus saja keluar. Ini per pohon bisa tujuh ons, biasanya hanya empat ons,” ucapnya.

Menurut Jasmuri, petani penanam Flash 750 di Desa Kendayaan, Kecamatan Ngawen, Blora, Jawa Tengah, kemampuan menghasilkan buah yang banyak itu didukung oleh karakteristik tanamannya yang kokoh dan mampu memunculkan buah secara terus menerus. “Asalkan mau merawat dengan benar, buahnya akan terus menerus muncul. Kalau varietas lain belum tentu bisa muncul lagi,” kata Jasmuri.

Hal itu juga dibenarkan Punanto. Menurutnya, cabai Flash 750 memiliki jumlah cabang yang banyak, dimana di masing-masing cabang tersebut selalu muncul bunga dan buah. “Buahnya banyak, banget kathahe (sangat banyak-red). Cabai ini memang menang buahnya,” ujarnya.

Ketertarikan petani terhadap cabai Flash 750 bukan hanya dari jumlah buah yang dihasilkan tiap pohonnya, namun keseragaman ukuran buah juga menjadi daya tarik utama bagi petani dan pedagang.

“Kebanyakan petani tertarik menanam Flash 750 karena buahnya seragam. Mulai dari batang bawah sampai atas, ukuran dan bentuk buahnya bisa seragam,” ujar Sadad Mustofa, petani pemilik usaha pembibitan cabai dari Desa Nglegok, Kecamatan Nglegok, Blitar, Jawa Timur.

“Ukuran buahnya cukup. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Pas untuk ukuran pasar. Ukuran yang seperti ini yang banyak dipakai di pasar,” ujar Haji Komar yang langsung memutuskan untuk kembali menanam Flash 750 sebanyak 5.000 pohon.

Juga bagus di persemaian
Kepuasan terhadap Flash 750 bukan hanya muncul dari petani penanamnya saja, namun petani penyedia usaha pembibitan seperti Sadad Mustofa juga ikut merasa senang. Pasalnya, orderan bibit cabai Flash 750 dari petani semakin banyak. Dalam beberapa bulan terakhir ini, Mustofa telah menghabiskan benih cabai itu hingga 200 pack.

“Sekarang banyak yang pesan Flash, katanya karena buahnya seragam besarnya dari bawah sampai atas. Biasanya tiap petani menyerahkan tiga hingga empat bungkus benih Flash untuk dibibitkan di sini,” ujar Mustofa.

Menurut Mustofa, daya tumbuh cabai itu juga cukup bagus, lebih dari 90 persen. “Daya tumbuhnya baik dan seragam, lebih dari 90 persen. Perawatannya juga tidak berbeda dengan cabai-cabai lainnya,” terang Mustofa yang biasa melayani pembibitan cabai, tomat, kubis, dan mentimun. (AT : Vol. 12 No. 3 Edisi XLIII, Oktober - Desember 2011)
 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).