INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

PENAS XIV: MEMANTAPKAN KEPEMIMPINAN DAN KEMANDIRIAN PETANI NELAYAN

Penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) tahun ini telah memasuki periode yang ke-14. Kali ini masalah kepemimpinan dan kemandirian sengaja diusung sebagai tema utama dalam perayaan yang diselenggarakan tiap 3-5 tahun sekali tersebut.

Setelah sebelumnya pada tahun 2011 Penas KTNA XIII di selenggarakan di Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kali ini giliran Provinsi Jawa Timur yang menjadi tuan rumah even akbar para petani-nelayan seluruh Indonesia itu. Komplek Stadion Kanjuruhan yang berada di Desa Kedung Pedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dijadikan pusat kegiatan acara yang digelar selama sepekan ini (7-12 Juni 2014).

Menurut Gubernur Jawa Timur Soekarwo, tidak kurang dari 37.000 peserta secara bertahap datang ke Kabupaten Malang dan ditampung oleh 9.400 rumah tangga yang tersebar di beberapa kecamatan yang berada di sekitar komplek Stadion Kanjuruhan, di antaranya: Kepanjen, Pakisaji, Sumberpucung, Gondanglegi, dan Turen.

Ketua KTNA Nasional Winarno Tohir dalam laporannya yang disampaikan pada pembukaan PENAS XIV yang dihadiri langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mengatakan, keseluruhan peserta yang mengikuti Penas kali ini terdiri dari: para petani dan nelayan sebagai peserta utama (75%), aparat pemerintah sebagai peserta pendamping (15%), para pakar dan pelaku agribisnis yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan sebagai peserta peninjau (10%), dan 60 orang perwakilan petani dari ASEAN dan Jepang.

Menurut Winarno, ada yang berbeda dari penyelenggaraan acara yang mengambil tema “Memantapkan Kepemimpinan dan Kemandirian Kontak Tani-Nelayan Dalam Rangka Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Usaha Tani Guna Mewujudkan Kesejahteraan Petani-Nelayan” ini dibanding Penas-Penas sebelumnya, yaitu adanya penambahan kegiatan magang bagi para peserta penas.

“Kegiatan ini dimaksudkan agar petani dapat belajar langsung di lapangan, baik di BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) maupun di petani maju atau usaha di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan di sekitar Kabupaten Malang,” terang Winarno.

Sementara Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam sambutannya mengatakan, acara Penas XIV yang diselenggarakan selama sepekan di provinsi lumbung pangan nasional ini menghabiskan biaya sebesar Rp28,5 M. “Tapi masyarakat bisa menerima Rp300 hingga Rp350 miliar dari kegiatan nasional ini. Semua kegiatan ekonomi berjalan kencang, mulai dari hotel, restoran, dan para pedagang turut merasakan limpahan keuntungan dari kegiatan ini,” lanjut Gubernur dua periode ini.

Sedangkan Menteri Pertanian RI Suswono saat menyampaikan sambutannya mengungkapkan, Penas merupakan salah satu wadah bagi para petani dan nelayan untuk saling belajar, bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman dalam rangka pengembangan kemitraan dan jejaring usaha tani untuk mewujudkan kesejahteraan petani nelayan.

“Penas juga menjadi media evaluasi capaian kinerja pembangunan pertanian dan terutama untuk mendapatkan umpan balik dari pelaku utama pertanian dan pemangku kepentingan lain,” ujar Suswono.

Dalam kesempatan itu, Suswono juga menyampaikan capaian produksi dari lima komoditi pangan strategis dalam kurun waktu empat tahun terakhir yang mengalami peningkatan. Kelima komoditi yang tercatat mengalami peningkatan dari 2009-2013 adalah: padi (rata-rata peningkatan produksi 2,6% per tahun), jagung (rata-rata 1,4% per tahun), kedelai (mengalami peningkatan produktivitas 1,39% per tahun, namun luas tanamnya menurun rata-rata 6,54% per tahun), tebu (rata-rata meningkat 1,48% per tahun), dan daging sapi (rata-rata meningkat 7,5% per tahun).

“Atas capaian kinerja tersebut kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya khususnya kepada para petani nelayan,” ucap Suswono.

Kementerian Pertanian RI, kata Suswono, juga telah membangun sistem informasi usaha agribisnis terpadu yang didukung oleh e-pasar. Sistem tersebut mampu mengintegrasikan berbagai data yang ada dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk BUMN di tingkat pusat hingga daerah. Dengan demikian, maka para pelaku usaha dapat mengetahui kondisi produksi, harga, ketersediaan, dan juga permintaan di berbagai daerah, sehingga bisa meningkatkan posisi tawar produsen, khususnya petani dalam perdagangan komoditi pertanian.

“InsyaAllah ke depan, kita tidak lagi mendengar petani yang membiarkan produknya tidak dipanen karena harga memanennya lebih mahal dari harga jualnya, dan juga tidak ada lagi protes dari konsumen karena harga produk pertanian yang semakin mahal” ujar Suswono.

Sementara itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengingatkan peran penting pangan dan energi bagi populasi dunia sekarang dan yang akan datang. Presiden menyatakan, kebutuhan pangan dan energi penduduk bumi 30 tahun ke depan akan meningkat tajam, yaitu antara 60 hingga 70 persen. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan produksi pangan dengan cara-cara yang tepat, cerdas, dan tidak merusak lingkungan.

Presiden juga menyampaikan tiga sasaran besar yang harus dicapai dalam konsep ketahanan dan kemandirian pangan di Indonesia. Ketiga sasaran itu adalah: Indonesia harus bisa berswasembada dan memiliki ketahanan pangan yang kuat, peningkatan penghasilan petani, dan kecukupan pangan dengan harga yang terjangkau.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga berpamitan terkait masa tugasnya yang akan berakhir pada bulan Oktober nanti. “Ini kesempatan terakhir saya. Karena, empat setengah bulan lagi saya akan mengakhiri tugas saya sebagai Presiden. Saya mendoakan dan memohon kepada Allah SWT agar kesejahteraan para petani, para nelayan, dan para petani hutan makin ke depan makin baik,” ujar Presiden.

Saat menghadiri pembukaan Penas XIV tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Tampak hadir pula Pimpinan Komisi IV DPR-RI, sejumlah duta besar negara sahabat, Gubernur, Bupati, dan Walikota se-Indonesia, serta sejumlah pejabat eselon terkait.

Sesaat sebelum memberikan sambutan, Presiden SBY menerima penghargaan dari KTNA berupa lencana emas Adhi Bakti Tani Nelayan Maha Utama yang diberikan langsung oleh Ketua Umum KTNA Winarno Tohir. “Kelompok KTNA memberikan penghargaan Lencana Adhi Bakti Petani Nelayan Maha Utama, yang merupakan penghargaan tertinggi dari kami agar kepedulian Bapak Presiden terhadap kami menjadi teladan bagi presiden-presiden yang akan datang,” ungkap Winarno Tohir.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan dan Satya Lencana Wirakarya bagi 44 penerima yang secara simbolis diberikan kepada 10 perwakilan penerima. Perwakilan penerima Anugerah Satya Lencana Pembangunan adalah: Gubernur Bali, Bupati Lampung Selatan, Walikota Binjai, dan petani Garut Dimyati. Sementara perwakilan penerima Satya Lencana Wirakarya adalah: Gubernur Jabar, Gubernur Sumut, Wakil Gubernur Sulsel, Bupati Malang, Bupati Sorong, dan Bupati Minahasa Selatan.

Kementerian Pertanian sendiri pada kesempatan itu juga melaunching buku Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) Tahun 2013-2045 yang secara simbolis diserahkan oleh Presiden kepada: Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Gubernur Jatim Soekarwo, Bupati Malang Rendra Kresna, Rektor Universitas Jember Muhammad Hasan, Rektor Universitas Trunojoyo Ariffin, Ketua KTNA Winarno Tohir, Direktur Perum Bulog Sutarto Ali Moeso, dan perwakilan industri benih.

Sampai jumpa di Aceh 2017
Mentan Suswono meyakini bahwa pelaksanaan Penas XIV di Malang tersebut mampu memberikan pembelajaran yang baik kepada para petani dan nelayan, khususnya dalam pengembangan inovasi teknologi dan keberhasilan pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan. Ia juga berharap semua rangkaian kegiatan selama berlangsungnya Penas XIV bisa menjadi media untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan para petani-nelayan serta mengasah jiwa kewirausahaan mereka.

“Saya berharap semoga kegiatan Penas XIV dapat memberikan manfaat dan pengalaman bagi para petani-nelayan selama mengikuti Penas, serta dapat dijadikan acuan dalam menentukan rencana tindak lanjut dalam pengembangan usaha agribisnis bagi petani-nelayan di daerahnya masing-masing,” terang Suswono saat menutup acara Penas XIV di panggung utama Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang.

Suswono juga menyampaikan hasil Rembug Utama KTNA yang memutuskan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sebagai tuan rumah pelaksanaan Penas XV Tahun 2017. Mentan berharap apa yang telah dilaksanakan di Penas XIV kali ini bisa dijadikan contoh sekaligus inspirasi bagi semua daerah, khususnya NAD yang akan menjadi tuan rumah Penas berikutnya.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).