INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

EXPERTO, SOLUSI TOTAL HAMA PADI

Sebagai salah satu komoditas pangan utama di Indonesia, tanaman padi menjadi satu-satunya komoditas pangan yang paling banyak ditanam para petani. Lantaran itulah tanaman ini juga menjadi komoditas favorit bagi banyak hama. Namun dengan insektisida Experto 300SC, kendala hama tersebut dijamin tuntas.

Wereng dan penggerek batang merupakan dua hama utama tanaman padi yang sering menyerang. Terlebih wereng batang coklat yang sering menjadi “artis” lantaran serangan dan dampaknya yang besar, sehingga sering dijadikan bahan pemberitaan banyak media massa.

Di samping dua hama tersebut, komoditas pangan utama di Indonesia ini juga masih memiliki sederet hama yang biasa menghampiri, seperti: walang sangit, hama putih palsu, ganjur, dan ulat grayak. Deretan hama itu pun tidak bisa dianggap sepele meskipun relatif jarang atau bahkan tidak pernah menjadi “artis” seperti wereng.

“Pada prinsipnya semua hama itu harus tetap diwaspadai. Karena bisa merusak serta menurunkan produktivitas dan kualitas hasil tanaman padi,” terang Mudjahiddin, General Manager Pesticides Product Development PT Tanindo Intertraco.

Oleh karena itu, lanjut Mudjahiddin, diperlukan pengelolaan tanaman padi yang baik dan benar sehingga bisa meminimalisir faktor pendukung kehadiran hama perusak tanaman. Semisal dengan mengatur jarak tanam yang lebih lebar serta mengurangi pemakaian pupuk nitrogen yang berlebihan dan menggantinya dengan pupuk majemuk berimbang.

“Tujuannya agar tanaman padi memiliki vigor yang baik dan menciptakan iklim mikro tanaman yang sehat, sehingga tidak mengundang kehadiran hama perusak,” ujar Mudjahiddin.

Sementara untuk melindungi tanaman padi secara tuntas dari serangan hama perusak, kata Mudjahiddin, kini telah ada insektisida baru Experto 300SC yang berbahan aktif Imidakloprit 200 g/L dan Klorfenapir 100 g/L.

“Dengan dua bahan aktif yang saling menguatkan, maka akan mampu memberikan perlindungan lebih pada tanaman padi dari serangan berbagai macam hama, kecuali tikus dan burung,” kata Mudjahiddin.

Disebut kombinasi dua bahan aktif yang saling menguatkan, karena efektifitas masing-masing bahan aktif tersebut saling melengkapi satu sama lain, sehingga hama sasaran yang bisa dikendalikan menjadi lebih banyak.

Imidakloprit sendiri merupakan golongan insektisida sistemik yang bekerja sebagai racun kontak dan racun perut. Cara kerjanya diabsorbsi oleh daun dan akar, kemudian ditransportasikan secara akropetal atau dari bagian bawah menuju bagian atas tanaman.

“Imidakloprit sangat efektif untuk mengendalikan hama penghisap dan penusuk seperti wereng, aphids, trips, dan kutu-kutuan,” terang Mudjahiddin.

Sementara untuk Klorfenapir, bahan aktif ini termasuk dalam golongan insektisida dan akarisida racun perut yang juga memiliki efek kontak. Klorfenapir memiliki efek translaminer yang bagus, sehingga meskipun hanya disemprotkan pada bagian permukaan daun, bahan aktif ini bisa menembus hingga bagian bawah daun. Alhasil, hama yang bersembunyi di bagian bawah daun pun tetap bisa dikendalikan dengan baik.

“Klorfenapir cukup efektif untuk memberantas tungau dan beberapa serangga hama,” kata Mudjahiddin.

Selain itu, lanjut Mudjahiddin, kombinasi dua bahan aktif tersebut juga lebih memudahkan bagi petani. Karena, mereka tidak perlu meramu sendiri dua insektisida yang berbeda untuk memperoleh kombinasi yang sama, sehingga bisa lebih efisien dan ekonomis.

“Formulasi dua bahan aktif Imidakloprit dan Klorfenapir pada Experto 300SC ini sudah terbukti secara klinis, sehingga bisa langsung kompatibel dan efektif untuk mengendalikan serangan hama,” terang Mudjahiddin.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).