INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

ICIP-ICIP MANISNYA BERTANI BALI FLOWER DI BLORA

Pertama kali tanam langsung dapat untung lebih dari Rp20 juta. Tanam yang kedua pun keuntungan yang sama juga akan kembali ia dapatkan. Itulah yang dialami Sumani, petani semangka di Blora yang mendapat untung manis dari hasil bertanam semangka hibrida berbiji Bali Flower.

Pagi hari menyusuri lahan pertanian di wilayah Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora terasa menyenangkan sekaligus menentramkan. Bagaimana tidak, hamparan lahan yang luas dengan beragam komoditas yang ditanam terasa menyejukkan mata, ditambah lagi sapaan ramah dan akrab dari para petani beserta pekerjanya semakin melengkapi pagi itu dengan rasa tentram yang sempurna.

Itulah sekilas gambaran saat Abdi Tani menelusuri salah satu sentra penanaman semangka di Desa Tambah Rejo, Kecamatan Tunjungan, Blora, Jawa Tengah. Di desa yang berada persis di sebelah barat pusat kota Blora itu, bukan hanya semangka yang ditanam para petani, komoditas utama lainnya juga tampak menghijau, mulai dari padi, jagung, melon, hingga tanaman tebu.

“Penanaman semangka di sini sepanjang tahun terus ada. Setidaknya setahun dua kali tanam berturut-turut. Setelah itu biasanya dibero atau ditanami jagung,” ujar Sumani, salah seorang petani semangka dari Dukuh Tambak Ampel, Desa Tambah Rejo.

Berbicara tentang semangka di Tunjungan, jenis berbiji masih menjadi pilihan favorit para petani. Menurut Sumani, jaminan pasar menjadi alasan utama para petani seperti dirinya untuk lebih memilih menanam semangka berbiji. Seperti saat ditemui Abdi Tani di lahannya, Sumani tengah merawat semangka berbiji jenis Bali Flower yang sudah memasuki umur 42 hari setelah tanam (hst) atau 18 hari menjelang panen.

“Selama ini saya selalu tanam semangka berbiji. Untuk yang Bali Flower, saya sudah dua kali tanam. Yang sekarang ini total saya tanam 15 pack. Sebelumnya saya tanam 25 pack, tapi tanamnya di (Desa) Cepu,” tuturnya.

Selain jaminan pasar, alasan lain yang menjadi dasar Sumani untuk menanam semangka berbiji seperti Bali Flower adalah kemudahan perawatan dan jaminan hasil yang tinggi. Menurutnya, semangka produksi PT BISI International, Tbk. itu memiliki karakter yang lebih unggul dibanding semangka sejenis yang pernah ia tanam.

“Sekarang ini petani di sini sudah mulai senang dengan Bali Flower. Karena, pertumbuhannya lebih bagus, kuat, dan serempak. Yang paling saya senangi itu daunnya lebih hijau dan segar,” terang Sumani.

Menurutnya, kalau tanaman semangka memiliki karakter daun yang lebih lebat dan hijau seperti itu, maka pertumbuhannya juga akan lebih bagus. Selain itu, buah yang dihasilkannya pun juga akan lebih baik.

“Dibanding dengan semangka berbiji lainnya yang biasa saya tanam, Bali Flower masih lebih unggul. Saya sendiri juga akhirnya lebih suka dengan semangka ini,” ujar Sumani saat ditemui Abdi Tani di lahan semangka Bali Flower miliknya.

Buah besar dan tahan trothol
Apa yang dikatakan Sumani tentang semangka hibrida berbiji Bali Flower itu memang benar adanya. Saat Abdi Tani melihat sendiri di lahan, tanaman semangka yang ditanam Sumani itu tampak hijau subur dengan buah yang muncul di sela-selanya. Jika dilihat dari samping bedengan, letak buahnya juga relatif seragam dan segaris lurus.
Menurut Zainuri, Product Development Vegetables Seed Manager PT BISI, letak buah yang seragam dan membentuk garis lurus itu menandakan bahwa pembentukan buah semangka tersebut lebih mudah. Dengan demikian, maka ukuran buahnya pun bisa dipastikan juga akan lebih seragam.

Hal itu juga diakui Sumani. Menurutnya, rata-rata buah semangka Bali Flower yang ditanamnya itu muncul pada ruas 12 sampai 16. “Buahnya mudah jadi. Pokoknya asalkan tidak turun hujan, setelah dikawinkan pasti jadi. Senangnya itu kalau sudah dilakukan seleksi buah, ukurannya bisa lebih cepat besarnya,” terangnya.

Sumani juga mengaku senang dengan ukuran buah yang dihasilkan. Dari dua kali tanam Bali Flower, semuanya mampu menghasilkan buah yang secara fisik bagus dan besar.

“Buahe ageng-ageng (buahnya besar-besar-red.). Rata-rata 7 kilogram ke atas. Bahkan, ada yang sampai 12 kilogram. Petani semangka di sini juga mengakui kalau buahnya (Bali) Flower itu lebih bagus,” ungkap Sumani.

Lantaran itulah, hasil panennya juga memuaskan Sumani. Dari 25 pack benih Bali Flower yang ditanam di Desa Cepu, Sumani mengaku mendapat hasil hingga 20 ton. “Dibeli pedagang seharga Rp40 juta. Alhamdulillah, untungnya masih banyak, lebih dari Rp20 juta. Pedagang sendiri juga senang, karena ukuran buahnya hampir semuanya masuk kategori super kelas A, lebih dari 4 kilogram. Dari 20 ton itu, yang masuk kelas B hanya 2 ton,” ujarnya sembari tersenyum.

Sementara 15 pack benih Bali Flower yang saat ini masih berumur 42 hst, menurut Sumani juga sudah ditawar pedagang Rp32 juta. “Tapi saya masih belum melepasnya. Saya masih menawarkan harga hingga Rp35 juta, mudah-mudahan bisa,” terang Sumani yang telah menghabiskan biaya tanam Rp8 juta.

Menurut Sumani, selain ukuran buah yang rata-rata besar dan masuk kategori A, karena memiliki berat buah di atas 4 kilogram, tanaman Bali Flower juga lebih tahan trothol atau busuk daun (downey mildew).

“Karena lebih tahan trothol¸maka perawatannya pun jadi lebih mudah dan hemat,” terang Sumani.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).