INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

ASYIKNYA MELIHAT, MENGAMATI, DAN MERASAKAN NEW MASTER SWEET

Mendengar tanpa melihat rasanya kurang puas, melihat tanpa merasakan juga masih terasa kurang pas di hati. Hanya dengan melihat dan mengamati sendiri performa New Master Sweet, kemudian dilanjutkan dengan merasakan langsung buahnya adalah cara yang paling tepat untuk menilai jagung manis hibrida andalan PT BISI International, Tbk. itu.

New Master Sweet meru-pakan salah satu varietas jagung manis hibrida andalan PT BISI. Dengan sifat genetis bawaan yang memunculkan sejumlah keunggulan, jagung manis ini mampu bersaing dengan produk jagung manis lain dan sangat layak untuk dijadikan andalan para petani.


Pada 15 Februari 2014 yang lalu, bertempat di salah satu lahan milik Mang Karta yang ada di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sekitar 100 orang petani di Kabupaten Cirebon diundang untuk mengikuti acara studi banding jagung manis New Master Sweet yang diadakan oleh tim marketing PT BISI Jawa Barat.
 
Di lahan yang berada tidak jauh dari kawasan tambak pesisir utara Cirebon itu, para petani dan juga sejumlah pedagang pengepul jagung manis tersebut turun langsung untuk melihat sekaligus mengamati pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung manis New Master Sweet yang ditumpangsarikan dengan tanaman padi itu.
 
Di samping itu, para petani juga bisa membandingkan langsung bagaimana performa New Master Sweet dengan varietas lain yang ditanam berdampingan. Sehingga penilaian petani bisa lebih obyektif sesuai kondisi di lahan.
 
“Dari lembaran form pemilihan varietas yang kita berikan kepada para undangan tanpa mencantumkan nama varietas yang ada, 67 orang dari 100 undangan lebih memilih New Master Sweet, sisanya memilih beberapa varietas lain yang ditanam berdampingan,” terang Dadang Erwin Raharja, Market Development Vegetables Seed & Pesticides PT BISI Jawa Barat.
 
Menurut Dadang, hal utama yang membuat para petani lebih memilih New Master Sweet adalah ketahanannya terhadap serangan penyakit hawar daun atau kresek. Serangan penyakit tersebut pada musim hujan sekarang ini memang sedang banyak dikeluhkan para petani jagung manis di Cirebon.
 
“Jagung manis yang selama ini ditanam petani di sini banyak yang terkena kresek dan busuk batang. Hasil panennya turun drastis, bisa sampai 50%. Bahkan ada yang sampai tidak bisa panen,” ungkap Elang, petani sekaligus suplier jagung manis di Gebang Kulon.
 
Selain karena lebih tahan kresek, para petani juga lebih memilih New Master Sweet lantaran ukuran buahnya yang besar dan seragam. Warna kelobot dan bijinya pun sudah sesuai dengan kriteria yang dikehendaki pasar.
 
“Hasil produksinya juga tinggi. Dari satu kilogram benih bisa menghasilkan panenan 2,6 ton. Hal ini juga menjadi pertimbangan petani untuk lebih memilih New Master Sweet,” ujar Dadang.
 
Sementara di Pasuruan, Jawa Timur, tepatnya di Desa Pasrepan, Kecamatan Kejayan, jagung manis New Master Sweet juga dikenalkan kepada para petani di kawasan tersebut (30/1). Selama ini, petani di Kejayan lebih banyak mengenal dan menanam jagung pipil untuk pakan ternak.
 
Di lahan jagung manis New Master Sweet milik Mustofa, warga Desa Wangkal, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, puluhan petani melihat sendiri bagaimana tanaman jagung manis diusahakan di lahan sawah. Sebagian besar dari mereka masih awam dengan usaha tani ini. Sehingga mereka banyak bertanya mulai dari cara budidaya sampai bagaimana pasarnya nanti.
 
“Karena mereka belum tahu sama sekali dengan jagung manis, sehingga wajar kalau banyak yang bertanya bagaimana cara budidayanya dan bagaimana jaminan pasarnya. Tapi setelah mereka tahu bahwa sudah ada pengepul yang bersedia mengambil panenan, mereka mulai tertarik untuk menanam jagung manis. Karena harganya cukup menarik dan umur panennya juga lebih singkat dibanding jagung pipil biasa,” terang Tri Hariyono, Market Development Vegetables Seed PT BISI Jawa Timur.
 
Sementara itu, Mustofa, si pemilik New Master Sweet, menilai kalau jagung manis ini lebih tahan penyakit bulai, sehingga ia merasa lebih aman dalam merintis usaha tani jagung manis atau penduduk setempat menyebutnya dengan nama jagung susu.
 
“Tongkolnya juga besar-besar, tanamannya seragam. Aman dari puteh (penyakit bulai karena serangan jamur Pheronosclerospora maydis-red.). Setelah coba ditimbang, rata-rata bobotnya sekitar 500 gram per tongkol (termasuk klobot-red.),” ujar Mustofa yang menanam benih New Master Sweet sebanyak 2,5 kg.
 
Sedangkan di Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, lahan jagung manis New Master Sweet juga menjadi jujukan sejumlah petani. Tanaman jagung manis milik H. Kandar itu juga tampak menarik perhatian para petani. Karena, tanamannya kokoh, seragam, dan buahnya juga besar dengan biji yang rata-rata penuh hingga ujung tongkol.
 
Yang menarik, tanaman New Master Sweet yang sudah berumur 85 HST dan siap panen tersebut ditanam dengan sistem semai. Artinya, sebelum ditanam, benih jagung manis disemaikan dulu di persemaian dan kemudian baru dipindahtanamkan ke lahan setelah bibit berumur 1 minggu.
 
“Hasilnya memang lebih bagus, tanamannya lebih seragam dan pertumbuhannya bagus,” ujar Tri.
 
Begitulah asyiknya melihat, mengamati, dan kemudian merasakan manisnya ‘sang master’ jagung manis.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).