INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

DEMORF 60WP, TEMAN SETIA PETANI JAGUNG MANIS DI CIREBON

Bagi petani jagung manis di Kabupaten Cirebon, penggunaan fungisida Demorf 60WP dalam usaha tani mereka seakan sudah tidak bisa dipisahkan lagi. Ibarat pasangan yang serasi, keberadaan Demorf 60WP sudah sangat dipercaya petani untuk melindungi jagung manisnya dari serangan bulai.

Cirebon saat ini telah menjadi salah satu kabupaten sentra penana-man jagung manis di Jawa Barat. Tiap harinya, dari kabupaten yang berada di sepanjang pantai utara Jawa ini puluhan ton jagung manis mengalir ke sejumlah pasar besar di Jakarta dan Jawa Barat.


Penanaman jagung manis di wilayah ini memang tidak pernah putus sepanjang tahun. Seakan tidak kenal musim, baik itu musim hujan maupun kemarau, keberadaan komoditas satu ini akan selalu ada di petak lahan petani Cirebon.
 
Karena itulah, tidak heran jika penggunaan pestisida juga tidak bisa terpisahkan dari setiap usaha tani jagung manis yang dilakukan para petani Cirebon. Tujuannya hanya satu, untuk melindungi tanaman jagung manis dari serangan hama penyakit di sepanjang musim tanam tersebut.
 
Salah satu pestisida yang saat ini selalu dipakai adalah Demorf 60WP. Produk fungisida dari Cap Kapal Terbang itu sudah dipercaya petani di Cirebon untuk melindungi jagung manis mereka dari ganasnya serangan penyakit bulai di wilayah mereka.
 
“Kalau tanam jagung manis, pasti pakai Demorf. Pokoke nginthil terus Demorf-e (pokoknya ngikut terus Demorf-nya-red.) Soalnya kalau nggak pakai itu rasanya nggak pede (tidak percaya diri-red.),” ungkap Sulki, salah satu petani jagung manis dari Desa Kalimaro, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
 
Menurut Sulki, fungisida tersebut memang terbukti efektif untuk mencegah dan melindungi tanaman jagung manisnya dari serangan penyakit bulai yang dipicu oleh jamur Peronosclerospora maydis. “Tanaman saya selalu aman dari bulai,” lanjutnya.
 
Hal yang sama juga dikatakan Rawud, petani jagung manis di Desa Kalipasung, Gebang, Cirebon. Semenjak dirinya mengenal Demorf 60WP, ia selalu mengaplikasikannya pada 1,5 hektar ladang jagung manis miliknya.
 
Sementara Mang Juit, petani dari Desa Hulu Banteng, Pabuaran, Cirebon mengaku lebih suka menggunakan Demorf 60WP karena memiliki bahan aktif dimetomorf yang lebih tinggi dari yang lain. Sehingga lebih efektif dan lebih irit dosis penggunaannya.
 
“Bahan aktifnya kan Dimetomorf 60%, lebih tinggi dari fungisida sejenis lainnya. Jadi bisa lebih efektif dan hemat dosisnya. Logikanya begini, kalau ibaratnya satu gelas air diisi gula sebanyak 50 gram dibandingkan dengan yang diisi 60 gram, manis yang mana? Ya pasti manis yang 60 gram,” ujar Mang Juit berlogika.

Perlakuan benih dan semprot
Dalam aplikasinya, petani jagung manis di Cirebon umumnya menggunakan fungisida Demorf 60WP untuk dua perlakuan, yaitu: perlakuan benih dan penyemprotan pada bagian tanaman. “Biar perlindungannya sempurna. Karena kalau sudah terkena bulai dampaknya bisa fatal, bisa gagal panen,” kata Mang Juit.
 
Untuk keperluan perlakuan benih, petani jagung manis di Cirebon biasanya mencampur 1 kilogram benih jagung manis dengan 10 gram Demorf 60WP sebelum benih tersebut ditanam. “Kalau saya patokannya untuk empat kilo benih itu saya campur dengan satu bungkus Demorf yang kemasan 50 gram,” ujar Rawud.
 
Sementara untuk perlindungan ekstra, petani juga menyemprotkan Demorf 60WP pada pertanaman jagung manis mulai tanaman tumbuh sampai tanaman berumur 40 hari setelah tanam. Dosis yang biasa digunakan adalah sebanyak 5 gram per tangki (17 L).
 
“Semprotnya tiap minggu sekali sampai tanaman berumur 40 harian,” terang Rawud.
 
Menurut Mudjahiddin, Pesticides Product Development General Manager PT Tanindo Intertraco, aplikasi Demorf 60WP seperti yang dilakukan oleh petani jagung manis di Cirebon tersebut sudah tepat. Dengan dua perlakuan seperti itu, maka tanaman bisa terlindungi lebih sempurna.
 
“Jadi saat hendak ditanam benihnya sudah terlindungi dari infeksi jamur. Kemudian saat memasuki masa kritis serangan bulai, yaitu mulai tanaman tumbuh sampai berumur sekitar 30 hari, tanaman mendapat perlindungan lagi dari aplikasi Demorf yang disemprotkan ke seluruh bagian tanaman,” terang Mudjahiddin.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).