INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

DAHSYATNYA FUNGISIDA AZOXA 280SG

Berbahan aktif azoksistrobin, fungisida baru Azoxa 280SC memiliki kemampuan lebih dibanding kelas fungisida lainnya. Selain berspektrum luas untuk mengatasi beragam spesies jamur, fungisida tersebut juga lebih ramah lingkungan lantaran pelarutnya yang berbasis air.

Di Indonesia, penggunaan fungisida berbahan aktif azoksistrobin relatif masih baru. Menurut Mudja-hiddin, Pesticides Product Development General Manager PT Tanindo Intertraco, formulasi fungisida dengan bahan aktif tersebut memang belum begitu banyak dikembangkan.


PT Tanindo Intertraco yang merupakan distributor tunggal produk pestisida Cap Kapal Terbang, adalah salah satu perusahaan yang turut mengembangkan produk fungisida berbahan aktif azoksistrobin tersebut. Produk tersebut adalah Azoxa 280SC.
 
Mudjahiddin mengatakan, dengan bahan aktif azoksistrobin 280 g/L, Azoxa 280SC memiliki efektifitas yang sangat baik dalam mengatasi serangan jamur. “Spektrumnya luas, berbagai spesies jamur dari kelas Ascomycetes dan Basidiomycetes bisa dikendalikan oleh Azoxa 280SC. Kegunaannya pun luas, bisa juga untuk seed treatment atau perlakuan benih,” terang Mudjahiddin.
 
Dibandingkan dengan fungisida lain yang berbahan aktif sama, Azoxa 280SC memiliki kandungan bahan aktif yang lebih tinggi. “Dengan kandungan bahan aktif azoksistrobin yang lebih tinggi, maka dosis penggunaannya tentu lebih rendah, tapi efektifitasnya tetap tinggi. Dengan demikian, petani bisa lebih hemat dosis tapi tetap maksimal hasilnya,” ungkap Mudjahiddin.
 
Fungisida dari kelompok strobilurin tersebut terdaftar untuk mengendalikan penyakit bercak ungu yang disebabkan oleh infeksi jamur Alternaria porri yang banyak menyerang tanaman bawang merah. Dalam praktiknya, petani bawang merah juga memanfaatkan fungisida Azoxa 280SC untuk mengendalikan Anthraknose (ngolor - Probolinggo; ngiwil - Brebes) yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. yang banyak menyerang saat musim hujan.
 
“Meskipun berspektrum luas, namun saat ini Azoxa masih terdaftar pada tanaman bawang merah saja, belum diperluas untuk komoditas lainnya,” terang Mudjahiddin.
 
Sebagaimana bahan aktifnya, Azoxa 280SC bekerja dengan cara menghambat perkecambahan spora dan miselia jamur. Selain itu, bahan aktif azoksistrobin juga menunjukkan aktivitas sebagai antisporulan, yaitu mampu mencegah terjadinya produksi spora jamur.
 
Selain bahan aktifnya sangat efektif dalam mengendalikan jamur, formulasi Azoxa 280SC juga menggunakan pelarut yang berbasis air. Sehingga jika dicampur air, maka fungisida ini tidak akan membentuk emulsi, tapi akan membentuk larutan yang homogen. “Kelebihan lain Azoxa adalah bentuk formulasinya SC atau soluble concentrate yang basiknya air, sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, kerja translaminernya (kemampuan bahan aktif untuk melakukan penetrasi ke dalam kutikula daun hingga ke jaringan daun di bawahnya-red.) lebih baik,” terang Mudjahiddin.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).