INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

CABAI RIMBUN-3 YANG BIKIN DOMPET PETANI GARUT SEMAKIN TAMBUN

Seperti namanya, Rimbun 3, cabai hibrida keriting satu ini ternyata mampu menghasilkan buah yang benar-benar rimbun dan membuat petaninya tersenyum puas.

Sejak pertama kali mengenal Rimbun 3, Aman Supar-man langsung jatuh hati dengan cabai hibrida keriting produk dari PT BISI International, Tbk. itu. Produktivitas yang tinggi dan mudahnya perawatan menjadi pertimbangan utama bagi petani sayuran asal Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini.


“Saya boleh dibilang sebagai penggemar Rimbun (3), karena hasilnya memang luar biasa. Berkat tanam cabai Rimbun (3) juga saya bisa membangun rumah ini,” ujar Aman yang kembali menanam Rimbun 3 sebanyak 6.000 pohon.
 
Menurut Aman, kelebihan cabai Rimbun 3 memang terletak pada kerimbunan buahnya. Bahkan, dengan perawatan yang biasa saja cabai keriting itu mampu berbuah terus menerus.
 
“Tingginya bisa sampai dua meter dan tidak berhenti berbuah,” ungkapnya kepada Abdi Tani.
 
Aman juga mengatakan, hingga bunga kedua pun, cabai Rimbun 3 masih mampu berbuah normal dengan ukuran buah yang tetap sama dan stabil besarnya. Alhasil, masa panennya pun menjadi lebih lama dan lebih banyak hasilnya dibandingkan cabai sejenis lainnya.
 
“Kalau cabai yang lain panennya maksimal 20 kali petik, Rimbun (3) bisa sampai 40 kali petik. Jadi hasilnya bisa dua kali lebih banyak,” kata Aman.
 
Dalam satu pohon, lanjut Aman, produktivitas Rimbun 3 bisa sampai 1,5 kilogram. Hal itu didapat Aman saat dirinya menanam cabai keriting itu sebanyak 4.000 pohon. Saat itu ia bisa mendapat lebih dari empat ton dengan harga jual Rp. 32.000 per kilogram, sehingga total bisa mendapat penghasilan lebih dari Rp. 128 juta.
 
“Hasilnya memang luar biasa, seperti nggak ada habisnya. Waktu itu, dari 4.000 pohon, saya bisa dapat untung bersih hingga Rp. 120 juta. Karena biaya tanamnya hanya Rp. 7 jutaan. Harga jualnya kebetulan juga bagus, sampai Rp. 32 ribu per kilogram,” ujar Aman puas.
 
Bukan hanya produktivitasnya yang tinggi, namun kualitas buahnya menurut Aman juga bagus. “Buahnya merah mengkilat dengan ukuran yang seragam. Buahnya itu keras, tidak mudah keriput, dan tidak mudah patah,” jelasnya.
 
Keunggulan cabai keriting hibrida Rimbun 3 itu juga dibenarkan oleh Zainuri, Product Development Vegetables Seed Manager PT BISI. Menurutnya, cabai keriting ini memiliki vigor tanaman yang kuat dengan tipe pertumbuhan yang terus menerus.
 
“Percabangannya juga banyak dengan ruas yang pendek dan buah yang sangat lebat. Ukuran dan bentuk buahnya bisa stabil dari ruas yang bawah sampai ruas yang atas,” terang Zainuri.
 
Selain itu, kata Zainuri, daya adaptasi cabai keriting yang memiliki potensi hasil hingga 23 ton per hektar itu juga lebih bagus. “Ditanam di musim hujan ataupun kemarau hasilnya tetap bagus. Pun saat ditanam di dataran rendah sampai tinggi hasilnya juga bisa tetap optimal,” ujarnya.

Tahan virus dan layu
Selain memiliki produktivitas yang tinggi dan daya adaptasi yang luas, cabai Rimbun 3 juga memiliki keunggulan lain yang bisa lebih menguntungkan petani, yaitu ketahanan terhadap serangan Geminivirus yang menyebabkan daun tanaman cabai menjadi keriting dan produktivitasnya menurun, bahkan bisa sampai gagal panen.
 
“Tanamannya memang lebih tahan virus. Meskipun ada beberapa yang kena, tapi masih bisa berbuah normal,” ujar Aman.
 
Hal itu juga dibenarkan Zainuri. Menurutnya, cabai keriting Rimbun 3 secara genetik memang memiliki karakter tahan serangan Geminivirus, layu bakteri, dan layu fusarium. Dengan demikian para petani cabai bisa lebih tenang saat bercocok tanam cabai ini.
 
“Dengan lebih tahan serangan Geminivirus, layu bakteri, dan layu fusarium, maka apapun musimnya,  petani bisa tetap bercocok tanam cabai dengan aman,” ujar Zainuri.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).