INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

DI TANGAN MANTAN SOPIR TRAVEL, PESONA SANG “MASTER” MEMUKAU DI TENGAH GURUN RANAH MINANG

Di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, tepatnya di wilayah Kecamatan Situjuh Limo Nagari terdapat suatu daerah yang menyerupai gurun pasir, yang kemudian terkenal dengan julukan Jorong Gurun Nagari Situjuh Bandar. Di situlah jagung manis New Master Sweet mampu tumbuh dengan baik hingga memukau banyak petani di sana.

Da Amin, begitulah dia biasa disapa. Pria asal Padang Pariaman yang berlatar belakang sebagai mantan sopir travel itu memiliki nama lengkap Amin Rahmadi. Sebelumnya, kehidupannya memang jauh dari dunia pertanian. Tapi semenjak bertemu dengan teman lamanya yang bernama M. Arifin atau biasa dipanggil Da Pen, ia menjadi banyak tahu tentang dunia bercocok tanam itu.
 


Da Pen sendiri sudah sejak lama menggeluti dunia pertanian, bahkan sudah membuka usaha pembibitan dan menjadi ketua kelompok tani di suatu daerah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
 
Atas saran dari Da Pen pula, akhirnya Da Amin menekuni usaha tani dengan memulai menanam jagung manis di ladangnya yang ada di kawasan Jorong Gurun Nagari Situjuh Bandar. Varietas jagung manis yang dicobanya juga terbilang masih baru di daerahnya, yaitu varietas New Master Sweet, produk dari PT BISI International, Tbk..
 
Di lahan seluas kurang lebih 650 m2 dan terletak pada ketinggian + 700 mdpl, Da Amin menanam New Master Sweet dengan jarak tanam 70 cm x 20 cm. Meskipun ditanam dalam kondisi lahan yang saat tidak ada hujan hanya dipenuhi kerikil-kerikil kecil atau orang Minang menyebutnya indak hujan hari pacah laman, jagung manis ini tetap mampu tumbuh subur tanpa gangguan hama dan penyakit. Hal inilah yang membuat Da Amin turut merasa senang sekaligus terkejut dengan performa New Master Sweet yang baru ditanamnya itu.
 
Memang, selain karena faktor genetis tanamannya yang memang unggul dalam kondisi lingkungan seperti itu, Da Amin juga memberikan perlindungan ekstra dengan melakukan penyemprotan pestisida pada tanaman jagung manisnya itu. Untuk mengantisipasi serangan hama penyakit, ia menggunakan beberapa pestisida, yaitu: fungisida Demorf 60WP yang ditambah dengan fungisida Recorplus 300EC, dan juga insektisida Trisula 450SL yang dicampur dengan insektisida Cypermax 100EC.
 
Alhasil, hingga panen menjelang, jagung manis New Master Sweet milik Da Amin itu pun tetap aman dan ‘mulus’ tanpa ada kekurangan apapun. Petani lain yang kebetulan melewati ladangnya juga merasa kagum dengan performa jagung manis itu. “Daunnya masih tetap hijau segar dan mengkilat tanpa ada yang mangarisiek (kering karena penyakit kresek atau hawar daun-red) sedikit pun. Buahnya juga besar-besar dan rata-rata bisa berbuah dua dalam satu pokok (pohon-red),” ujar Da Amin.

Biaya irit hasil selangit
Lantaran memiliki ukuran tongkol yang besar dan relatif seragam, hasil panen Da Amin pun melimpah. Tongkol hasil panen New Master Sweet miliknya didominasi kelas A dan B. Dari sekitar 2.500 tongkol, yang masuk kategori kelas A sebanyak 1.300 buah, kelas B sebanyak 750 buah, dan sisanya (sekitar 450 buah) masuk kategori kelas C.
 
“Itu belum termasuk buah kedua yang sengaja masih ditinggal di pohon, karena ukurannya belum maksimal,” sambung Da Amin.
 
Mungkin berbeda dengan daerah lain, tata niaga jagung manis di tingkat petani Sumatera Barat biasanya dihitung per tongkol, bukan kiloan ataupun borongan. Sehingga, setiap kali panen, jumlah tongkol yang bagus dan besar sangat menentukan keuntungan yang bisa didapat petani.
 
Demikian pula dengan jagung manis New Master Sweet milik Da Amin tersebut. Sewaktu panen tiba, jagung manisnya itu dihargai Rp. 1.300/buah untuk kelas A, Rp. 900/buah untuk kelas B, dan Rp. 700/buah untuk kelas C. Sehingga ia bisa memperoleh pendapatan hingga Rp. 2,68 juta. Sementara modal yang ia keluarkan tidak lebih dari Rp. 550.000. Alhasil, ia pun bisa mengantongi untung bersih hingga Rp. 2,13 juta.
 
Da Amin pun mengaku sangat puas dengan hasil yang bisa diperolehnya dari jagung manis New Master Sweet yang baru pertama kalinya ia tanam. “Benar-benar puas dan cocok dengan jagung manis ini. Inilah yang saya cari,” ungkapnya.

FFD New Master Sweet
Kesuksesan Da Amin bersama jagung manis New Master Sweet itu pun menjadi daya tarik sekaligus rujukan bagi banyak petani lain di sekitarnya. Hingga pada akhirnya jagung manis milik Da Amin itu dijadikan lokasi acara Farm Field Day (FFD) oleh marketing PT. BISI area Sumatera Barat dengan mengundang ratusan petani di sekitar Situjuh Limo Nagari dan sejumlah petani dari Kabupaten Tanah Datar.
 
Selain mengundang ratusan petani, acara tersebut juga menghadirkan tiga agen pengepul jagung manis, yaitu: Da Iwank dari Payakumbuh, Da Eri dan Iyek dari Tabek Patah, Tanah Datar. Hadir pula Wali Nagari Situjuh Bandar Dalam dan Marketing Executive PT BISI area Sumatera Barat Seventius Simanjorang.
 
Menurut Seventius, ditinjau dari lokasi dan ketinggian tempatnya, Jorong Gurun memang sangat ideal untuk ditanami jagung manis New Master Sweet. “Karena, secara karakteristik genetisnya, jagung manis New Master Sweet lebih sesuai untuk daerah dataran rendah hingga menengah. Nah, di Jorong Gurun ini kan ketinggiannya sekitar 700 mdpl, jadi masih sangat sesuai,” terangnya.
 
Sementara untuk dataran menengah ke atas, lanjut Seventius, PT BISI memiliki varietas jagung manis Sweet Boy yang saat ini juga tengah digandrungi masyarakat tani di kawasan Padang Panjang.
 
Di lokasi FFD New Master Sweet tersebut, seluruh peserta undangan, termasuk tiga agen pengepul, mengaku sangat senang dengan performa dari jagung manis yang memiliki potensi hasil hingga 17 ton/ha itu. Bahkan dua orang agen pengepul, yaitu Da Iwank dan Da Eri, spontan mengatakan kalau jagung manis ini memang lebih bagus, tongkolnya didominasi kelas A dan sebagian kelas B. Sementara yang masuk kelas C sangat sedikit.
 
Selain melihat langsung performa tanaman yang siap panen itu, para undangan juga bisa langsung merasakan manisnya jagung manis New Master Sweet rebus yang telah disiapkan oleh panitia dan diambil langsung dari lokasi FFD.
 
Da Amin sendiri berharap kesuksesannya bersama New Master Sweet itu bisa ditiru oleh petani lainnya. “Saya juga berharap kepada PT BISI untuk selalu memberikan yang terbaik buat para petani. Untuk para petani, gunakanlah benih-benih bermutu dan pestisida terbaik dari Cap Kapal Terbang,” pungkasnya. (Abdi Gunawan, Agronomis Bukit Tinggi).

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).