INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

TANGGUH DI MUSIM BASAH, NEW MASTER SWEET JADI INCARAN PETANI CIREBON

Memiliki postur batang yang besar dan kokoh, serta ukuran tongkol yang besar dan seragam, jagung manis bernama New Master Sweet ini memberikan harapan baru bagi yang melihatnya. Termasuk para petani jagung manis di Cirebon yang saat ini mengeluhkan tingginya serangan kresek pada jagung manis yang mereka tanam di musim hujan.

Bagi petani di kawa-san pantai utara Kabupaten Cirebon, bercocok tanam jagung manis sudah menjadi rutinitas yang sepanjang tahun mereka lakukan, bergantian dengan dua komoditas utama lainnya, yaitu: padi dan bawang merah. Meskipun ditanam sepanjang tahun, tapi biasanya puncak penanaman jagung manis di kota yang terkenal dengan nasi jamblangnya ini terjadi pada bulan Maret atau menjelang berakhirnya musim hujan.


“Kalau penanaman jagung manis, sepanjang tahun selalu ada. Tapi yang paling banyak biasanya di bulan tiga (Maret-red),” terang Asmara Supi atau lebih dikenal dengan sebutan Elang, petani sekaligus suplier jagung manis dan sayuran di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Hal itu memang benar adanya, seperti saat Abdi Tani berkunjung ke Cirebon pada awal tahun ini, penanaman jagung manis di sekitaran Gebang masih cukup banyak. Padahal, musim hujan saat itu masih berlangsung dengan intensitas yang cukup tinggi. Maklum saja, karena salah satu kecamatan di Kabupaten Cirebon itu memang telah menjadi sentra penanaman jagung manis.
 
Menurut Elang, penanaman jagung manis pada musim hujan kali ini memunculkan permasalahan tersendiri bagi petani. Hampir semua petani mengeluhkan tanamannya yang banyak terserang hawar daun dan busuk batang.
 
“Jagung manis yang selama ini mereka tanam banyak yang terkena kresek (hawar daun-red.) dan busuk batang. Hasil panennya turun drastis, bisa sampai 50%. Bahkan ada yang sampai tidak bisa panen. Kualitas panennya juga jelek, hingga akhirnya harga jualnya pun juga turun,” ungkap Elang.
 
Serangan kresek tersebut, kata Elang, biasanya mulai muncul saat tanaman masih muda, saat belum muncul bunga. Daun jagung manis yang terserang awal mulanya akan muncul bercak-bercak coklat yang segera meluas ke seluruh bagian daun.
 
“Kalau sudah parah, seluruh daun bisa coklat semua kering. Hasilnya sudah tidak bisa diharapkan lagi pokoknya,” terang Elang.
 
Hal itu juga dibenarkan oleh Dr. Ir. Andi Khaeruni, MSi., Koordinator Laboratorium Proteksi Tanaman Departemen Bioteknologi PT BISI International, Tbk.. Gejala awal serangan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur Helminthosporium maydis ini ditandai dengan munculnya hawar yang berwarna hijau keabu-abuan dengan panjang sekitar 3-15 cm. Infeksi yang berat menyebabkan hawar tersebut melebar pada permukaan daun dan menyebabkan daun mengering.
 
“Penyakit ini mampu berkembang dengan sporadis pada lingkungan yang memiliki kelembaban tinggi, dan penularannya bisa melalui perantaraan angin yang menyebarkan konidi jamur, serta dapat bertahan pada sisa-sisa tanaman,” terang Andi.
 
Menurut Andi, jika serangan hawar tersebut terjadi pada fase vegetatif, maka akan sangat mempengaruhi hasil panen. Kehilangan hasilnya bisa sampai 70%. Sementara jika serangannya terjadi setelah pembentukan tongkol, maka hanya akan menimbulkan kerugian yang sedikit.

New Master Sweet
Banyaknya keluhan yang disampaikan petani jagung manis di Cirebon tersebut disertai pula harapan adanya varietas jagung manis lain yang lebih tahan di musim hujan, terutama tahan dari serangan penyakit kresek atau hawar daun dan juga busuk batang yang dipicu oleh bakteri Erwinia chrysanthemi pv. zeae.
 
“Varietas yang selama ini kami tanam di sini sekarang memang kurang kuat kalau ditanam di musim hujan. Kresek dan busuk batangnya banyak sekali,” ujar Indah, petani sekaligus pengepul jagung manis di Desa Gebang Kulon, Gebang, Cirebon.
 
Oleh karena itu, Indah bersama beberapa kerabatnya memilih untuk mencoba menanam jagung manis varietas baru, yaitu New Master Sweet, yang mereka tanam pada musim hujan tahun lalu. Alhasil, jagung manis hibrida produksi PT BISI itu pun dapat memenuhi harapan Indah dan keluarganya
 
“Tanamannya kuat di rendengan (musim hujan-red.). Aman dari bulai, kresek, dan busuk batang. Hasilnya sudah bisa mengimbangi jagung manis yang selama ini selalu kami tanam,” ujar Indah saat ditemui Abdi Tani di rumahnya.
 
Hal yang sama juga dikatakan Agus, petani jagung manis dari Kecamatan Pabuaran, Cirebon. Jagung manis New Master Sweet yang ia tanam di musim hujan pada lahan seluas tidak kurang dari setengah hektar mampu membuatnya puas.
 
“Jagung manis ini banyak lebihnya daripada kurangnya. Di musim hujan saja hasilnya sudah bagus, tentunya kalau ditanam saat kemarau nanti pasti lebih bagus. Yang pasti itu tanamannya seragam, batangnya gedhe, daunnya lebar, dan lebih tahan kresek,” kata Agus.
 
Selain itu, yang membuat Agus lebih tertarik dengan New Master Sweet adalah ukuran tongkolnya yang besar, seragam, dan bijinya bisa penuh sampai ujung tongkol. “Tongkolnya memang luar biasa, besar-besar dan bijinya itu bisa penuh sampai ujung. Kemarin saya juga sempat timbang tongkolnya. Dari lima buah tongkol itu beratnya 2,2 kilogram,” terang Agus yang saat kemarau nanti berencana untuk menanam lagi New Master Sweet seluas satu hektar.
 
Bukan hanya tongkolnya saja, Agus juga bisa meraup hasil lebih dari hasil panen kempit atau jagung semi atau baby corn yang muncul hampir di semua tanaman New Master Sweet. Meskipun kempit merupakan hasil sampingan dari usaha tani jagung manis, tapi bagi petani di Cirebon hal itu memberikan untung lebih. Bahkan, adanya kempit juga selalu dijadikan parameter bagi petani dalam menentukan jagung manis yang akan mereka tanam.
 
“Setiap kali mau tanam jagung manis, petani di sini pasti nanya dulu, tanamannya nanti bisa keluar kempitnya atau tidak. Kalau tidak ya mereka tidak mau tanam. Karena hasilnya lumayan. Seperti kempit dari (New) Master Sweet saya kemarin dari setengah hektar bisa dapat lima kuintal. Harganya sekitar Rp 2.000 per kilogram, kan lumayan untuk nambah penghasilan,” ujar Agus.
 
Pentingnya kempit dari jagung manis itu juga dibenarkan oleh Elang. Menurutnya, kempit sudah menjadi hasil samping yang sangat menguntungkan. Dari hasil penjualan kempit saja petani sudah bisa menutupi biaya tanam yang sudah mereka keluarkan.
 
“(New) Master Sweet misalnya, kalau kondisi tanamannya bagus, dari satu hektar lahan bisa dapat sampai dua ton kempit. Hasil penjualannya sudah bisa untuk menutupi biaya tanam. Jadi sewaktu panen nanti, petani tinggal menikmati keuntungan bersihnya saja,” ujar Elang yang setiap harinya bisa mengirim kempit beserta jagung manis sebanyak 2-4 rit atau 14-35 ton ke sejumlah pasar besar di Jakarta dan Jawa Barat, seperti: Kramatjati, Cibitung, dan Cikokol.
 
Jaminan kualitas
Petani Cirebon sendiri sudah membuktikan sendiri dan mengakui kelebihan jagung manis New Master Sweet di lahan mereka. Keunggulan genetislah yang membuat jagung manis tersebut memiliki beragam keunggulan dibanding jagung manis lainnya.
 
“New Master Sweet secara genetis memang sudah memiliki keunggulan tersendiri dibanding jagung manis lainnya. Selain memiliki vigor tanaman yang kuat dan kokoh, tanamannya juga lebih tahan bulai, hawar daun, dan busuk daun. Sehingga tetap aman ditanam di segala musim. Tongkolnya juga besar dan seragam, sangat sesuai dengan selera pasar sekarang,” ujar Zainuri, Vegetable Seeds Product Development Manager PT BISI.
 
Pun demikian dengan jaminan kualitas benihnya. Perusahaan menjamin penuh apa yang tertera di dalam kemasan benih jagung manis New Master Sweet tersebut. Sehingga petani tidak perlu ragu dengan kualitasnya.
 
Menurut Dwi Praptono Kurniawan, Horticulture Crops Quality Assurance Assistant Manager PT BISI, perusahaan terus melakukan perbaikan mutu terkait produk benih yang dihasilkan, termasuk benih jagung manis New Master Sweet sendiri, hingga akhirnya benih tersebut memiliki mutu yang tinggi dan layak ditanam petani.
 
Dwi menambahkan, petani sendiri juga harus mengetahui cara perlakuan benih yang baik dan benar. Benih harus dipergunakan sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan perusahaan. Terutama terkait dengan tempat penyimpanan benihnya, harus sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung.
 
“Mengenai perawatan tanaman, memang harus lebih diperhatikan. Karena, jenis jagung manis berbeda dengan jagung pipil atau jagung yang biasa untuk pakan,” terang Dwi.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).