INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

PANEN RAYA SEKALIGUS PENARIKAN UNDIAN GEBYAR PROMO BISI 18

Selama akhir bulan Oktober hingga Nopember 2013, marketing PT. BISI International, Tbk. area Jawa Timur melakukan panen raya sekaligus penarikan undian program gebyar promo penjualan jagung super hibrida BISI 18 di lima kabupaten, yaitu: Pasuruan, Tuban, Kediri, Situbondo, dan Ponorogo.

Dimulai di Kabupaten Pasuruan (30/10), panen raya dan pengundian gebyar promo jagung super hibrida BISI 18 berlangsung meriah. Lebih dari seratusan petani undangan tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diadakan di lahan jagung BISI 18 seluas 12 hektar di Desa Lebaksari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Acara tersebut dikhususkan untuk wilayah pemasaran Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.

Usai di Pasuruan, acara serupa kembali digelar di Tuban (7/11), yang mencakup wilayah pemasaran Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Jombang, Mojokerto, Gresik, dan Pulau Madura. Di Kota Wali tersebut, kemeriahannya pun tidak kalah dengan yang terjadi di Pasuruan. Lebih dari seratus petani undangan juga memadati lokasi acara yang digelar di salah satu sentra jagung Kabupaten Tuban, yaitu: Desa Pucangan, Kecamatan Montong.

Selang lima hari kemudian, panen raya sekaligus pengundian hadiah promo BISI 18 dilanjutkan untuk wilayah marketing Karesidenan Kediri (Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek). Acara tersebut diadakan di lahan jagung BISI 18 seluas satu hektar milik H. Fauzi Untung di Desa Kunjang, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri.

Dua hari berikutnya (14/11), giliran Kabupaten Situbondo yang menjadi tuan rumah untuk pengundian wilayah pemasaran Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang. Mengambil lokasi di sebelah utara Kota Situbondo, tepatnya di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, seratusan petani undangan sangat semangat mengikuti seluruh rangkaian acara meskipun di gelar di tengah-tengah hamparan jagung BISI 18 yang cukup terik milik H. Mansyur.

Panen raya dan pengundian hadiah promo jagung super hibrida BISI 18 akhirnya ditutup di Kabupaten Ponorogo yang mewakili wilayah pemasaran Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Magetan (19/11). Acara yang digelar di salah satu lahan jagung BISI 18 milik Misraji di Desa Mlarak, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo itu juga tidak kalah semarak jika dibandingkan dengan acara-acara sebelumnya.

Untung dan menguntungkan
Menurut General Manager Marketing PT. BISI International, Tbk. Tejo Iswoyo, acara tersebut merupakan sebuah rangkaian acara yang dimulai setahun yang lalu, yaitu berupa program penjualan benih jagung BISI 18 bagi para customer dan petani untuk periode penjualan April – Agustus 2013.

Program penjualan tersebut untuk memperebutkan ratusan hadiah menarik mulai dari kaos eksklusif hingga sepeda motor serta paket umroh bagi petani yang telah membeli benih jagung BISI 18 dan mengumpulkan kupon hadiahnya.

“BISI 18 merupakan produk terbaru dan cukup diterima di semua daerah. Kalau di Sulawesi Selatan dikenal sebagai jagung penipu karena hasilnya selalu lebih besar dari perkiraan petani. Kemudian di NTB dikenal sebagai jagung film India karena menang di akhir, dan di Jawa Timur sendiri menjadi jagung yang dikejar-kejar bakul karena rendemen dan produksinya tinggi meskipun terlihat kecil,” ujar Tejo.

Tingginya produksi dan rendemen jagung super hibrida BISI 18 itu juga dibuktikan dalam rangkaian acara pengundian tersebut. Dari lima lokasi acara, rendemen rata-rata jagung bertagline “Super Hasilnya” ini mencapai lebih dari 80% (Pasuruan 83%, Tuban 78%, Kediri 78%, Situbondo 82%, dan Ponorogo 82%).

“Jagung ini memiliki klobot yang tipis, janggelnya kecil dan bijinya kata orang Kediri ngecop atau menancap dalam. Jadi sangat wajar kalau produksi dan rendemennya lebih tinggi. Kadar airnya juga lebih rendah sehingga lebih tahan simpan, seperti yang di Grobogan, Jawa Tengah, disimpan dalam karung selama 6-8 bulan tidak ada yang rusak dan totolen,” terang Tejo.

Hal itu juga diakui sendiri oleh H. Mansyur, petani jagung BISI 18 asal Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Situbondo yang lahannya digunakan untuk acara pengundian. Menurutnya, jagung tersebut memang terbukti mampu memberikan hasil yang lebih banyak dari jagung lain yang pernah ia tanam.

“Dibanding jagung lain jauh hasilnya, (BISI 18) ini bisa dapat empat ton pipil kering per satu iring. Jagung yang lain rata-rata paling tiga ton per iring. Kalau dilihat jagungnya sewaktu di pohon memang tidak seberapa, tapi kalau sudah dibuka dan dipipil, hasilnya luar biasa, sangat bobot,” terang H. Mansyur yang sudah dua kali menanam BISI 18 di lahan seluas lebih dari dua hektar.

Selain lebih tinggi hasilnya, H. Mansyur juga membuktikan kalau jagung super hibrida BISI 18 lebih tahan penyakit bulai. “Sebelumnya saya pernah gagal panen karena bulai, tapi setelah tanam BISI 18 nggak ada yang terkena bulai, aman sampai panen,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan dari Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri menyebutkan, kelebihan yang dimiliki BISI 18 tersebut memang begitu adanya, dan patut untuk dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan utama dalam bercocok tanam jagung. Ia pun mengungkapkannya dalam sebuah pantun sederhana: “Yang diundang dari Blitar, Kediri, Nganjuk. Wes kawentar ayo dijupuk (sudah terkenal mari diambil/dibeli-red).”

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).