INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

SANG MASTER JAGUNG MANIS DI ANTARA KERENYAHAN KOTA TAHU SUMEDANG

Sebagai salah satu varietas jagung manis yang terbilang baru, kemanisan Master Sweet kini mulai menarik minat petani di kota tahu Sumedang. Bahkan, hasil panennya mampu bersaing dan diminati pasar induk Kramat Jati.

Di belahan barat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terdapat sebuah kecamatan bernama Sukasari yang menjadi sentra pertanian dari kabupaten yang terkenal dengan tahu Sumedang-nya itu. Dari kecamatan berhawa sejuk itu dihasilkan beragam komoditas pertanian, mulai dari tanaman pangan hingga beragam sayuran, termasuk di antaranya adalah ubi cilembu yang terkenal itu dan juga jagung manis yang selalu meramaikan pasar induk di Bandung dan juga Jakarta.

Jagung manis memang menjadi salah satu komoditas yang cukup digemari para petani di Sumedang, khususnya di Kecamatan Sukasari. Dengan umur panen yang relatif singkat, sekitar 70 hari, dan harga serta pasar yang terjamin menjadi daya tarik bagi para petani di Sukasari.

“Dulu sebelum mengenal jagung manis, kita tanam jagung biasa. Tapi begitu tahu kalau jagung manis itu lebih menguntungkan dan pasarnya semakin besar, kita beralih ke jagung manis, sampai sekarang ini,” tutur Rohawan, petani jagung manis di Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Sumedang.

Menurut Rohawan, keberadaan jagung manis di Sukabumi, terlebih di Sukasari, bisa dipastikan selalu ada sepanjang tahun. “Meskipun masing-masing petani tanamnya tidaklah banyak, tapi mereka selalu menanam. Rata-rata biasanya hanya tanam sekitar tiga kilogram (benih jagung manis). Yang paling banyak itu tanam di musim hujan,” ujarnya.

Berbicara mengenai jagung manis, Rohawan mengungkapkan, pasar saat ini, terutama pasar Jakarta, lebih menghendaki jagung manis yang berukuran besar. “Syarat utama, ukuran tongkolnya memang harus besar, kalau kecil sulit masuk ke Jakarta,” ungkapnya.

Selain ukuran tongkol, lanjut Rohawan, daya simpan juga menjadi pertimbangan utama bagi para pedagang jagung manis. “Pedagang sudah sangat hafal dengan ciri-ciri jagung manis yang memiliki tongkol yang bagus dan lebih tahan simpan,” terangnya.

Sang master yang menjanjikan
Sebagai seorang petani jagung manis, Rohawan juga menanam beberapa macam varietas yang ada di pasaran. Tujuan utamanya adalah mendapatkan varietas jagung manis yang benar-benar cocok dan diminati pasar.

“Yang pasti saya mau menanam jagung manis yang ukurannya sesuai dengan permintaan pasar dan kualitasnya bagus,” papar Rohawan saat ditemui Abdi Tani di kediamannya. Baru-baru ini Rohawan juga mencoba menanam jagung manis Master Sweet produk dari PT. BISI International, Tbk. yang terkenal dengan merek dagang Cap Kapal Terbang-nya. Meskipun tidak terlalu banyak, namun hasil yang bisa diperoleh sudah bisa memenuhi semua harapan yang ia gadang-gadang saat sebelum tanam.

“Tanamannya lebih tahan bulai, besar, dan kokoh. Dibandingkan jagung manis yang saya tanam bersebelahan masih lebih tahan Master Sweet,” ujar Rohawan.

Saat Abdi Tani mengunjungi lahannya, tanaman jagung manis Master Sweet milik Rohawan tersebut memang tampak menyenangkan. Meskipun ditumpangsari dengan tanaman ubi cilembu, tanaman jagung manisnya tetap tumbuh bagus dan seragam. Bahkan, tidak sedikit yang bertongkol dua dengan ukuran yang sama besar.

“Ukuran tongkolnya besar dan seragam, sudah sesuai dengan permintaan pasar. Timbangannya juga lebih berat, pernah coba ditimbang itu satu kilogram cuman berisi dua tongkol,” terangnya.

Lantaran itulah, Rohawan pun berani menaksir hasil yang diperolehnya saat dipetik nanti akan lebih banyak dari jagung manis yang selama ini biasa ia tanam. “Saya yakin bisa dapat 1,2 ton. Kalau biasanya maksimal hanya dapat satu ton per kilogram benih,” ujarnya.

Hal itu juga dibenarkan Oman Komarudin, petani dan juga pedagang jagung manis di Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari. Menurutnya, jagung manis Master Sweet yang ditanam Rohawan memang lebih menjanjikan. Pasalnya, tanamannya lebih bagus, lebih tahan bulai, dan ukuran tongkolnya juga sangat ideal.

“Bahkan ada bandar besar di sini yang bernama Haji Adang mau memasukkan Master Sweet ini untuk produk wrapping-an yang biasa dikirim ke supermarket. Karena, ukuran tongkolnya katanya sudah cocok dan masuk kriteria, panjangnya sekitar 20 cm,” ujar Oman.

Diminati di Kramat Jati
Jaminan pasar juga menjadi suatu hal penting bagi para petani jagung manis. Sebagus apapun produk jagung manis yang ditanam tapi pasar kurang bisa menerima, maka petani sendiri yang dirugikan. “Kalau pasarnya susah ya kita tidak berani nanam mas, siapa yang mau nanggung kerugiannya nanti,” ujar Rohawan.

Pun demikian dengan jagung manis, tanpa ada jaminan dari pasar, petani seperti Rohawan juga akan enggan untuk kembali menanamnya. Seperti saat ia berani memutuskan untuk kembali menanam Master Sweet, jaminan pasar menjadi alasan utamanya. “Master Sweet di pasar nggak ada keluhan sama sekali dan tetap laku. Makanya saya berani tanam lagi,” ujar Rohawan.

Hal yang sama juga dikatakan Oman. Menurutnya, di pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur, harga jual jagung manis Master Sweet kini mampu bersaing dengan jagung manis lain yang selama ini menjadi pilihan di pasar tersebut.

“Awalnya memang agak susah meyakinkan, tapi setelah tahu kualitas tongkol Master Sweet, para pedagang minta lagi. Karena tongkolnya memang bagus, dan pedagang sendiri sudah sangat tahu dan hafal ciri khasnya yang tidak dimiliki jagung manis lainnya,” terang Oman.

Selain dari ukuran dan kualitas tongkolnya, warna biji Master Sweet juga menjadi nilai lebih bagi para pedagang di Kramatjati. “Warna bijinya itu bagus, kuning bening, dan bijinya itu bisa penuh sampai ujung tongkol. Daya simpannya juga bagus, tidak cepat kuning klobotnya. Jadi banyak yang menyukainya,” lanjut Oman.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).