INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

MANISNYA JAGUAR YANG PERKASA DI KETINGGIAN

Bukan hanya manis rasanya, namun juga tangguh saat ditanam di kawasan dataran tinggi. Itulah jagung manis Jaguar yang mulai membumi di sentra-sentra jagung manis, salah satunya di Kabupaten Bandung.

Kabupaten Bandung memang menjadi salah satu sentra sekaligus penyuplai kebutuhan jagung manis di sejumlah pasar induk yang ada di Jawa Barat dan juga DKI Jakarta. Tidak heran kalau setiap hari dari kabupaten yang sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan ini mengalir puluhan ton jagung manis ke pasar induk.

“Jagung manis itu yang penting tahan simpan, ukurannya ideal, dan tidak banyak masalah sewaktu di lahan,” ujar Iman Setiadi alias Oding, petani sekaligus pedagang jagung manis di Desa Cikalong, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Untuk itu, Oding pun beberapa kali pernah mencoba menanam sejumlah varietas jagung manis di lahannya. Terlebih, setelah di daerahnya terserang penyakit bulai yang banyak merugikan para petani jagung manis.

“Intinya mau tanam yang tahan bulai dulu, soal hasil itu dihitung belakangan,” ungkapnya.

Akhirnya, ia pun juga mencoba menanam Jaguar, varietas jagung manis terbaru dari Cap Kapal Terbang. Dari sekitar 500 gram benih yang ditanamnya, Oding mengaku puas dengan performa Jaguar yang ia tanam langsung bersebelahan dengan varietas lain.

“Tanamannya bagus, nggak ada kendala bulai sama sekali. Pohonnya kuat, tidak terlalu tinggi, sehingga lebih tahan rebah. Jadi kalau ada hujan angin nggak takut roboh,” terang Oding yang biasa menyuplai kebutuhan jagung manis ke Pasar Induk Cibitung.

Selain itu, daya tumbuh Jaguar juga diakui Kang Oding lebih bagus dibanding varietas lain yang ditanam bersamaan. “Jaguar ini daya tumbuhnya bagus, lebih dari 90 persen, dan sangat seragam. Kalau yang ini (varietas lain-red), kemarin ada kendala daya tumbuh yang kurang bagus, hanya sekitar 60 persen,” ujarnya.

Menurut Kang Oding, daya tumbuh juga menjadi salah satu pertimbangan utama bagi para petani jagung manis seperti dirinya. Pasalnya, hal itu terkait erat dengan harapan petani terhadap hasil yang bisa diperolehnya saat panen nanti.

“Kalau daya tumbuhnya hanya 50 persen gitu, ya petani pasti nggak semangat untuk merawatnya, malas mupuk dan ngobatnya. Karena hanya akan buang-buang waktu, tenaga, dan biaya,” terangnya.

Bertongkol dua
Performa tanaman yang bagus tentu saja belumlah cukup jika tidak didukung performa hasil panen jagung manis yang juga ciamik. Untuk urusan satu ini, Oding sepertinya sudah sangat ‘klik’ dengan Jaguar. Ia merasa puas dengan hasil yang bisa didapatkan dari 500 gram benih Jaguar yang coba ditanamnya itu.

“Hasilnya Alhamdulillah bagus, dari setengah kilogram benih, saya bisa dapat 1,2 ton. Biasanya kalau jagung manis lainnya hanya dapat satu ton, atau dua ton tiap kilogram benih. Ternyata jagung manis ini bisa lebih banyak hasilnya,” papar Oding puas.

Menurut Oding, hasil panen yang lebih banyak itu selain karena tanamannya bagus, juga karena didukung oleh karakteristik Jaguar yang mampu menghasilkan dua tongkol per tanaman dengan ukuran yang sama dan seragam.

“Kemarin saya lihat, yang bertongkol dua bisa mencapai 70 persen,” terang Oding yang hasil panen Jaguarnya dihargai Rp. 2.000 per kilogram itu.

Selain lebih banyak hasilnya, karakteristik tongkol Jaguar juga bagus dan tidak ada masalah di pasar. Tinjauan pertama yang biasa disampaikan pedagang adalah ukuran dan warna klobotnya. Untuk dua hal itu, Oding menyatakan bahwa jagung manis Jaguar memiliki ukuran dan warna yang ideal dan sesuai dengan selera pasar.

“Ukurannya sedang, masih masuklah di pasar. Kemudian yang penting lagi itu adalah warna klobotnya yang tetap hijau segar meskipun disimpan beberapa hari,” ujarnya.

Tahan hawar daun
Bercocok tanam jagung di kawasan dataran tinggi seperti di Bandung, biasanya sering dihadapkan dengan permasalahan hawar daun atau kresek. Penyakit yang dipicu oleh keberadaan jamur Helminthosporium sp. ini biasanya memang lebih banyak berkembang di kawasan yang memiliki suhu 20-300C dengan tingkat kelembaban tinggi (97-98%). Jika tingkat serangannya parah, potensi kehilangan hasilnya bisa mencapai 50%.

“Tanaman jagung manis yang terkena hawar daun awalnya akan tampak bercak coklat seperti jerami yang sejajar dengan tulang daun, dan pada tingkatan yang parah semua bagian daun itu akan mengering,” terang Zainuri, Product Development Vegetables Seed Manager PT. BISI International, Tbk.

Oleh karena itu, penggunaan varietas jagung manis yang secara genetis memiliki ketahanan terhadap serangan penyakit hawar daun, seperti jagung manis Jaguar, akan sangat membantu para petani. Mereka tidak perlu khawatir lagi akan kehilangan hasil hingga 50% akibat serangan penyakit tersebut.

Ketahanan Jaguar terhadap serangan hawar daun itu juga dibuktikan sendiri oleh Oding. Hingga panen tiba, daun jagung manis yang ditanamnya itu tetap aman, tidak ada yang terkena kresek sama sekali.

“Jagung manis Jaguar memang terbukti lebih tahan kresek. Buktinya, tanaman saya ini aman-aman saja dan tidak ada yang rusak sampai panen. Biasanya penyakit ini selalu ada setiap kali tanam jagung manis,” ujar Oding.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).