INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

GELIAT MANIS SI LOREK AGUSTINA DI SENTRA SEMANGKA

Rasanya sangat manis dan ukurannya cukup jumbo dengan motif lorek tegas yang membalut seluruh kulitnya. Itulah semangka hibrida Agustina yang kini mulai meramaikan sentra semangka berbiji di Indonesia, seperti di Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan.

Performa tanaman Agustina bisa dibilang ciamik dengan daya tumbuh yang baik dan sangat seragam. Pun saat ditanam di kawasan rawa pasang surut, pertumbuhan semangka hibrida berbiji itu tetap bagus dan mampu beradaptasi dengan baik.

Hal itu seperti yang terlihat di kawasan rawa pasang surut daerah Negara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Tanaman semangka Agustina milik Ahmad Marzuki yang ditanam di Desa Habirau, Kecamatan Daha Selatan itu masih tampak subur, meskipun buahnya sudah memasuki masa panen.

“Pertumbuhan tanamannya bagus dan kuat, meskipun ditanam di lahan rawa. Daya tumbuhnya sejak di persemaian juga serempak, bagus,” terang Muhtar, petani semangka sekaligus pemilik usaha pembibitan benih di Desa Tambangan, Daha Selatan.

Selain itu, bentuk dan ukuran buahnya juga cukup besar dan seragam, rata-rata memiliki bobot 8 – 9 kilogram per buah. “Pernah ada yang sampai 15 kilogram,” ujar Muhtar.

Pun demikian dengan Suhaimi, petani semangka yang juga berasal dari Desa Tambangan. Menurutnya, selain besar dan seragam, kulit buahnya juga tebal sehingga bisa memberikan jaminan daya simpan dan daya angkut yang lebih bagus alias tidak mudah pecah.

Bahkan, saat dilakukan uji rasa buah yang diambil langsung dari lahan milik Ahmad Marzuki, baik Muhtar maupun Suhaimi mengakui kalau rasanya lebih manis dengan warna dan tekstur daging buah yang merah nan renyah.

“Rasanya manis dan kulitnya tebal. Kalau sudah di pasar tidak ada masalah sebenarnya, hanya terkadang para pengepul itu sering pilih-pilih biar dapat harga lebih murah dari petani,” ungkap Suhaimi.

Sementara itu Haji Mahyuni, pedagang semangka di Pasar Negara menyebutkan, kalau dari segi rasa dan kualitas buahnya, semangka Agustina sudah mampu bersaing di pasar. Hanya saja masih memerlukan waktu untuk bisa mengambil pasar semangka berbiji di Kalimantan.

“Rasanya sudah baik, ukuran buahnya juga sudah baik dan seragam, cuman memang perlu waktu untuk meyakinkan pasar di sini, karena warnanya kan sedikit berbeda dengan yang sudah ada. Agustina ini warna kulit buahnya lebih muda,” ujar Haji Mahyuni yang biasa meniagakan semangka di Pasar Negara hingga 40 ton per hari saat musim panen buah pembangkit gairah ini tiba.

Setali tiga uang di Sumatera Utara
Tidak jauh berbeda dengan kawasan rawa Kalimantan Selatan, si lorek berbiji Agustina juga mulai membumi di sentra semangka Batubara, Sumatera Utara. Di kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan itu, semangka berdaging buah merah ini menuai respon positif dari para petani dan juga pedagang.

Seperti yang disampaikan Boyadi, petani semangka asal Desa Simpang Dolok, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara. Menurutnya, semangka berbiji yang memiliki kadar kemanisan hingga 12% (Brix) itu memiliki keunggulan dalam pembentukan buahnya.

“Buahnya mudah jadi, ukuran buahnya besar dan lebih seragam. Rasanya juga sangat manis dan warna daging buahnya lebih merah. Menurut saya semangka (Agustina) ini lebih menarik,” tutur Boyadi.

Pun demikian dengan Wa Rebin, petani semangka dari Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Deli Serdang. Dari lahan seluas 14 rante yang ia tanami Agustina, Wa Rebin bisa mendapat lebih dari 11 ton semangka berbiji dengan ukuran yang seragam.

“Daya tumbuhnya memuaskan, pembentukan buahnya sangat mudah. Yang lebih penting lagi tanamannya lebih tahan kresek, padahal saya tanam di musim hujan,” kata Wa Rebin. Bahkan, saat dibuahkan dua per pohon, ukurannya tetap stabil dan sangat seragam. Hal ini seperti yang disampaikan Adi, petani semangka di Sei Buluh. “Buahnya mudah besar walaupun dibuahkan dua per pohonnya. Kulit buahnya juga tidak terlalu tebal tapi tahan benturan,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Adi Gejek, pengepul semangka di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, kualitas hasil semangka Agustina terbilang cukup bagus. Semangka ini memiliki karakter buah yang tidak mudah pecah setelah dipanen dan selama di pengangkutan.

“Kalau buahnya cukup besar dan seragam, rasanya juga manis, dan yang penting tidak gampang pecah. Hanya saja warna kulit buahnya memang agak berbeda, lebih terang, tapi setelah di pasar tidak ada masalah dan tetap diterima,” terang Adi.

Sementara itu, Zainuri, Product Development Vegetables Seed Manager PT. BISI International, Tbk. mengatakan, semangka hibrida berbiji Agustina memang memiliki warna kulit buah yang sedikit berbeda, yaitu garis atau loreknya sedikit lebih terang dibanding dengan semangka sejenis yang sudah banyak di pasaran.

Namun demikian, lanjut Zainuri, memiliki banyak kelebihan lain, antara lain: rasanya lebih manis, ukuran buah lebih seragam, dan pembentukan buahnya mudah jadi. “Yang lebih penting lagi adalah, semangka Agustina ini juga lebih tahan simpan dan tidak mudah pecah. Tidak seperti semangka sejenis lainnya yang secara fisik memiliki warna kulit buah yang relatif sama tapi mudah pecah saat pengangkutan,” terang Zainuri.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).