INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

Si “18” YANG BENAR-BENAR SUPER

Sudah lebih dari setahun varietas jagung super hibrida ini dilepas di pasaran. Hasilnya, hampir di semua kawasan sentra jagung di Indonesia memberikan respon yang positif. Rendemen hasil yang lebih tinggi menjadi poin utama dari si jagung super BISI 18 ini.

Sejak awal dikenalkan kepada petani, jagung super hibrida BISI 18 memang memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri dibanding varietas hibrida lainnya. Mulai dari daya tumbuh, keseragaman, hingga hasil panennya memberikan kepuasan tersendiri bagi si penanamnya.

Haji Zakaria misalnya, petani jagung dari Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, Bantaeng, Sulawesi Selatan ini mengakui ‘kehebatan’ varietas jagung terbaru dari PT. BISI International, Tbk. itu. Bukan hanya bagus dalam pertumbuhan dan hasil, namun varietas ini juga lebih tahan oleh cekaman lingkungan, seperti genangan.

“Hasilnya sudah pasti lebih banyak. Dari satu kilogram benih hasilnya bisa 10 karung (gelondongan) lebih banyak dibanding jagung lain,” terang Zakaria.

Suniti, petani sekaligus juragan jagung di Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Tegal, Jawa Tengah juga membenarkannya. Selain mampu bertahan dari genangan air, BISI 18 yang ditanamnya juga aman dari serangan penyakit bulai atau petani setempat menyebutnya ‘bolang’.

“Alhamdulillah panen jagung saya terbebas dari bolang, hasil panennya juga tinggi, meskipun pada awal pertumbuhan sempat khawatir karena tanamannya tergenang air,” ungkap Suniti.

Performa tanaman yang ciamik dan diikuti hasil yang melimpah, menjadikan BISI 18 layaknya sebuah icon yang memiliki julukan yang berbeda-beda di masing-masing daerah penanaman. Di Deli Serdang, Sumatera Utara misalnya, jagung ini dinamai petani setempat dengan istilah ‘jagung berat’, lantaran hasil timbangannya yang terbukti lebih berat.

“Hasil panennya memang lebih berat dibanding yang lain, makanya disebut jagung berat. Dari lahan satu rante (400 m2), rata-rata bisa menghasilkan 400 hingga 500 kilogram pipil kering,” ujar Nisam, petani jagung dari Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang yang telah menanam benih BISI 18 sebanyak 16 kilogram.

Sementara itu di Sulawesi Selatan, jagung ini mendapat julukan ‘si penipu’. Pasalnya, di saat masih berupa gelondongan tampak lebih kecil dari jagung lainnya, tapi setelah dipipil ternyata hasilnya lebih banyak.

“Memang benar kalau disebut jagung penipu, karena memang hasilnya jauh lebih banyak dan bobot setelah dipipil. Tidak seperti penampakannya pas masih berupa tongkol yang tampak kecil. Bahkan kuli angkut saya sampai mengeluh, karena per karungnya lebih berat. Yang pasti dari satu kilogram benih itu bisa dapat 500 kilogram pipil kering,” terang Haji Muslimin, petani jagung di Desa Tandung, Kecamatan Malangke, Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Rendemen hasil yang tinggi juga membuat jagung yang memiliki potensi produksi hingga 12 t/ha pipil kering ini banyak diminati pedagang jagung di Jawa Timur. Seperti yang disampaikan oleh GM Marketing PT. BISI Tejo Iswoyo, bahwa di banyak tempat di Jawa Timur, hasil panen BISI 18 selalu lebih tinggi dibanding jagung lainnya, sehingga dinilai pedagang lebih menguntungkan.

Hal itu dibenarkan oleh Haji Mansyur, penanam BISI 18 di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Ia mengatakan, setelah menanam jagung tersebut, hasil panen dari lahan seluas dua hektar miliknya jauh lebih banyak, dan pedagang sendiri tidak ragu untuk mengambilnya. Karena, secara fisik rendemennya lebih tinggi dan lebih kering, sehingga lebih tahan simpan.

“Dibanding jagung lain jauh hasilnya, (BISI 18) ini bisa dapat empat ton pipil kering per satu iring. Jagung yang lain rata-rata paling tiga ton per iring. Kalau dilihat jagungnya sewaktu di pohon memang tidak seberapa, tapi kalau sudah dibuka dan dipipil, hasilnya luar biasa, sangat bobot,” terangnya.

Menurut Doddy Wiratmoko, Senior Manager Product Development Corn Seed PT. BISI, tingginya rendemen jagung super hibrida BISI 18 itu lebih ditentukan oleh karakter fisik tongkolnya. Varietas jagung yang memiliki janggel kecil dan biji yang menancap dalam bisa dipastikan akan memiliki rendemen yang lebih tinggi.

“Selain itu, tongkol BISI 18 juga sangat seragam dan letaknya relatif sama antara masing-masing tanaman. Prosentase tongkol normalnya dalam satu hamparan juga tinggi, lebih dari 92%, dan tingkat penutupan pucuk tongkolnya atau tip filling-nya bisa mencapai 97%. Sehingga secara keseluruhan hasilnya bisa lebih tinggi dibanding yang lain,” papar Doddy.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).