INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

MENAKAR NUTRISI SI MUTIARA KUNING

Sebagai komoditas pangan utama kedua setelah padi, jagung tentu memiliki kandungan nutrisi yang menjadikannya layak untuk dijadikan sebagai sumber pangan penting bagi manusia. Seperti apa kandungan dan komposisi nutrisi dari “si mutiara kuning” ini?

Komponen penting dan utama dari sebiji jagung adalah berupa karbohidrat, dan sebagian besar komposisinya berupa pati. Menurut Suarni dari Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros, dan S. Widowati dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor, seperti yang termuat dalam buku “Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan”, kandungan pati dari sebiji jagung berkisar antara 72-73% dengan nisbah amilosa dan amilopektinnya sebesar 25-30% berbanding 70-75%.

Namun pada jagung pulut atau waxy corn, kandungan amilosa dalam pati lebih kecil dibandingkan jagung biasa, yaitu 0-7%, sementara kandungan amilopektinnya lebih besar, mencapai 93-100%.

Selain pati, jagung juga mengandung nutrisi lain berupa gula sederhana berupa glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang berkisar antara 1-3%. Kandungan proteinnya juga dapat diandalkan untuk memenuhi asupan gizi penduduk Indonesia. Mengutip tulisan Suarni dan S. Widowati, jagung mengandung komposisi protein sebanyak 8-11% yang terdiri dari lima fraksi, yaitu: albumin, globulin, prolamin, glutelin, dan nitrogen nonprotein.

Pada jagung QPM (quality protein maize) atau jagung bermutu dengan kandungan protein tinggi, kandungan mutu proteinnya mencapai 82%, jauh lebih tinggi dibandingkan jagung biasa yang hanya 32%. Bahkan masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan mutu protein beras (79%) dan juga gandum (39%). Perbedaan itu terletak pada kadar lisin dan triptofannya yang dua kali lebih banyak dibandingkan jagung biasa. Sehingga jagung QPM sangat sesuai untuk dijadikan sumber pangan maupun pakan.

Sementara itu, kandungan asam lemak yang terkandung di dalam lembaga biji jagung terdiri dari asam lemak jenuh (palmitat dan stearat) dan asam lemak tidak jenuh (oleat atau omega 9 dan linoleat atau omega-6). Sedangkan pada jagung QPM juga terkandung linolenat atau omega-3.

Menurut Suarni dan S. Widowati, lantaran kandungan lemak jagung banyak terkonsentrasi pada bagian lembaga, maka dari sudut pandang gizi dan sifat fungsionalnya, jagung utuh akan lebih baik dibandingkan jagung yang lembaganya telah dihilangkan.

Kandungan asam lemak jenuh pada minyak jagung relatif rendah, asam palmitat dan asam stearatnya masing-masing hanya 11% dan 2%. Sementara untuk kandungan asam lemak tidak jenuhnya cukup tinggi, terutama asam linoleat yang mencapai 24%, sedangkan asam linolenat dan arakhidonatnya sangat kecil.

Minyak jagung sendiri, tulis Suarni dan S. Widowati, relatif stabil karena kandungan asam linolenatnya yang sangat rendah, hanya 0,4%. Selain itu minyak jagung juga mengandung antioksidan yang tinggi. Sementara dari tinjauan mutu, minyak ini memiliki mutu cukup tinggi, karena distribusi asam lemaknya berimbang, terutama oleat dan linoleatnya.

Lantas bagaimana dengan vitamin? Jagung mengandung dua tipe vitamin, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin larut air. Untuk vitamin larut lemak, jagung mengandung provitamin A atau karotenoid dan vitamin E. Sedangkan vitamin larut air yang dikandung biji jagung adalah tiamin (vitamin B1) dan riboflavin (vitamin B2).
Menurut Suarni dan S. Widowati, karotenoid umumnya terdapat pada biji jagung kuning, sedangkan pada jagung putih kandungan karotenoidnya sangat sedikit, bahkan tidak ada. Sebagian besar karotenoid terdapat dalam endosperma, sementara lembaga hanya mengandung sedikit karotenoid. Kandungan karotenoid pada jagung biji kuning berkisar antara 6,4-11,3 µg/g, dimana 22% di antaranya adalah betakaroten dan 51% berupa kriptosantin. Betakaroten sendiri sangat penting sebagai sumber vitamin A.

Biji jagung juga mengandung berbagai mineral esensial, seperti: K, Na, P, Ca, dan Fe. Seperti yang ditulis Suarni dan S. Widowati, kandungan Fe dalam biji cukup beragam, tergantung pada warna biji. Jagung biji kuning-oranye mengandung Fe lebih tinggi dibanding jagung kuning, sedangkan jagung putih memiliki kandungan Fe yang sangat rendah.

Dari sekian banyak kandungan nutrisi dari biji jagung, yang tidak kalah penting adalah adanya serat pangan yang juga terkandung di dalamnya. Meskipun tidak dapat dicerna dan diserap oleh saluran pencernaan manusia, namun serat memiliki fungsi yang sangat penting bagi kesehatan, pencegahan berbagai penyakit, dan sebagai komponen penting dalam terapi gizi. Komponen itu meliputi polisakarida yang tidak dapat dicerna, seperti: selulosa, hemiselulosa, oligosakarida, pectin, gum, dan waxes.

Menurut Suarni dan S. Widowati, jagung mengandung serat pangan yang tinggi. Kandungan karbohidrat kompleksnya terdapat pada biji jagung, terutama pada perikarp dan tipkarp, juga pada dinding sel endosperma dan sebagian kecil ada pada dinding sel lembaga. Dari laporan hasil penelitian disebutkan bahwa kulit aria tau bran jagung mengandung 75% hemiselulosa, 25% selulosa, dan 0,1% lignin. Dengan demikian, kandungan serat pangan pada biji jagung yang tidak memiliki kulit air sangat rendah dibandingkan jagung yang berbiji utuh.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).