INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

CLOSE THE SALE
Thursday, 01 March 2012 04:36

Ada sepenggal cerita, suatu hari seorang sales sedang menawarkan property ke salah satu calon pembeli, namun saat dia sedang bernegoisasi dengan orang tersebut, datanglah seorang pelanggan yang terlihat lebih bonafit dari pada orang yang sedang dilayaninya.

Karena konsentrasi sales terpecah, maka apa yang ditanyakan oleh calon pembeli dijawab sekenanya. Padahal proses negoisasi tersebut sudah berlangsung satu jam lebih. Dan proses negosiasi sudah pada tahap penawaran jual beli. Karena sales sudah under estimate dan sudah merasa bosan maka ia lebih mementingkan pelanggan yang baru datang. Pada akhirnya calon pembeli yang sudah mulai menawar harga tersebut merasa terabaikan, maka iapun pergi .

Dan tak lama setelah itu pelanggan yang baru datang itu pergi juga. Dia hanya melihat-lihat saja tanpa bertanya apapun. Sales hanya melongo saja ,“ burung yang sudah ditangan akhirnya lepas juga karena ingin menangkap burung yang lebih indah “

Ada sebuah tips negoisasi yaitu CLOSE THE SALE .

Berikut tips yang perlu dilakukan, kalau 90% calon pembeli sudah akan deal dengan penawaran sales (seperti cerita diatas), tetap hati-hati karena ada 10% kemungkinan calon pembeli tidak jadi membeli. Sebagai seorang sales harus benar-benar memperhatikan, jangan sampai calon pembeli batal membeli.

Disaat calon pembeli sudah mulai tertarik dengan produk yang ditawarkan, maka lakukan pembicaraan dengan intonasi yang rendah tapi mantap dan meyakinkan. Karena jika kita melakukan pembicaraan dengan intonasi nada yang tinggi (walaupun meyakinkan), secara psikologis calon pembeli merasa seperti di tantang, dan hal ini perlu dihindari.

Untuk mengklarifikasi dan mengkonfirmasi apakah calon pembeli jadi membeli produk yang kita tawarkan, sebaiknya jangan melontarkan pertanyaan yang memancing calon pelanggan untuk tidak menjawab “ TIDAK”, seperti, “ Oke .. apakah bapak jadi membeli rumah (produk) ini?”

Dengan memberikan pertanyaan tersebut ke calon pembeli, calon pembeli akan berpikir kembali dan akan mempertimbangkan antara “ya” dan “tidak”. Untuk itu hindari basa basi melakukan pertanyaan seperti diatas, lebih baik pertanyaan basa-basi diatas diganti dengan pertanyaan yang dapat mengarah pada jawab “YA”.

Misalnya : “ Jadi bapak maunya dinding rumah warna biru atau merah nih ?”

Mekipun pertanyaan yang dilontarkan sepele, tetapi bisa berakibat fatal dalam proses negosiasi. Jangan sampai negosiasi yang sudah 90% berhasil, rusak karena pertanyaan yang tidak perlu dan satu pentanyaan “bodoh”.

Ok, sekian sharing dari saya dan bagi mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis / marketing bisa langsung dipraktekin atau bagi yang belum jadi marketing bisa jadi wawasan tambahan. Semoga sukses selalu.

Penulis :
HRD Departemen

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).