INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

SUTRISNO, SUKSES DENGAN BISI-12 SETELAH 4 THN MENEKUNI USAHA TANI JAGUNG
Dulunya, Sutrisno adalah salah seorang pengrajin kerupuk opak di Kecamatan Patumbak, Deli Serdang. Namun pada tahun 2007 ia memutuskan untuk beralih profesi menjadi petani jagung, dan setelah empat tahun menekuni usaha tani itu, ia baru merasakan keberhasilan setelah menanam jagung super hibrida BISI-12 di lahannya. Produksi jagungnya menjadi lebih dari dua kali lipatnya setelah menanam jagung produksi PT. BISI International Tbk itu.

Belum ada setahun Sutrisno mengenal jagung super hibrida BISI-12. Petani asli Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara itu pertama kali menanam BISI-12 pada awal April 2011 yang lalu. Dari lahan seluas 1,5 hektar, ia pun bisa mendapatkan hasil panen hingga 17 ton jagung gelondongan atau setara dengan 11,9 ton pipil kering.

Hasil itu, menurut Sutrisno, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang biasa ia dapatkan dari bertanam jagung varietas lain. “Biasanya hanya dapat tujuh ton gelondongan kering. Setelah dipipil hasilnya hanya sekitar 3,5 ton,” ujar suami dari Setiawati ini.

Sebelum menekuni usaha tani jagung, bapak dua anak itu berprofesi sebagai pengrajin kerupuk opak di Patumbak, Deli Serdang. Lantas sekitar tahun 2007 ia bersama istrinya memutuskan untuk beralih profesi menjadi petani jagung dengan memanfaatkan sejumlah luasan lahan yang mereka miliki.

Keberhasilan Sutrisno mengem-bangkan jagung yang memiliki potensi produksi hingga 12,4 ton pipil kering per hektar itu pun terapresiasi dengan digelarnya panen raya yang dihadiri sejumlah petani jagung di sekitar Patumbak pada 13 Juli 2011 lalu.

Tanaman BISI-12 yang kokoh dan tahan roboh, serta mampu menghasilkan tongkol yang panjang dan seragam menjadi daya tarik utama bagi Sutrisno dan petani lainnya. “Selama saya bertani jagung, baru sekarang ini bisa menemukan varietas yang bagus dan mendapatkan hasil yang banyak seperti ini,” ungkap Sutrisno.

Tak ayal, hasil yang memuaskan itu membuat Sutrisno mantap untuk kembali menanam jagung super hibrida BISI-12 di lahannya. Bahkan, luasan tanamnya lebih luas dari sebelumnya. “Sekarang ini saya telah menanam BISI-12 seluas 2,5 hektar. Sebelumnya kan hanya 1,5 hektar,” terangnya.

Sementara itu, Market Development Corn Seed Manager PT. Tanindo Intertraco Doddy Wiratmoko mengatakan, kelebihan jagung super hibrida BISI-12 terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi lingkungan, baik basah maupun kering, sehingga cocok ditanam saat musim kemarau maupun hujan.

“Jagung ini juga terbukti sangat tahan penyakit bulai, karat daun, dan juga hawar daun. Sehingga bisa menjadi jaminan bagi para petani untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi dengan perawatan yang lebih mudah,” ungkap Doddy.

Selain itu, kata Doddy, karakteristik tongkol yang dihasilkan BISI-12 juga bisa menjadi jaminan tersendiri bagi para petani. Jagung yang memiliki tagline “hasil melimpah, petani sejahtera” itu memiliki karakter biji yang menancap dalam, ukuran janggelnya juga kecil, sehingga randemen dan produksinya tinggi. (AT : Vol. 13 No. 1 Edisi XLIV, Januari - Maret 2012)
 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).