INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

APOLLO, BUAH BESAR, LEBIH MERAH DAN LEBIH SERAGAM
Bentuknya mungkin tidak jauh berbeda dengan semangka berbiji lainnya. Hanya saja kualitas buah dan keseragamannya boleh jadi lebih unggul. Itulah Apollo, semangka hibrida berbiji terbaru dari Cap Kapal Terbang.

PT. BISI International Tbk (BISI) yang terkenal dengan merek dagang Cap Kapal Terbang-nya kembali melepas varietas semangka hibrida terbaru dengan nama Apollo ke pasaran. Semangka itu termasuk jenis semangka berbiji dengan daging buah yang berwarna merah.

Meskipun terbilang baru, namun kualitas hasilnya mampu membuat para petani yang menanamnya terpikat. Seperti beberapa petani di Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu, Jawa Barat yang telah mencoba menanam langsung Apollo di lahan mereka masing-masing. Mereka adalah Ayat dan Kasum.

Menurut Ayat, Apollo memiliki daging buah padat dengan warna merah yang menggoda selera. “Warna merahnya bagus dan rasanya juga sangat manis,” katanya.

Hal itu juga dibenarkan Kasum, petani semangka di Kedokan Bunder yang dalam uji coba tanam Apollo menanam sekitar 100 tanaman. Menurutnya, selain rasanya yang manis menggoda selera, ukuran buahnya juga besar dan sangat seragam. Rata-rata per buah bisa berkisar antara lima hingga delapan kilogram.

“Apollo buahnya bisa ber-ukuran besar dan bisa sangat seragam. Rata-rata bisa mencapai delapan kiloan per buah,” ujar Kasum yang memperoleh sekitar delapan kuintal dari sekitar 100 tanaman Apollo.

Market Development Vegetables Seed Manager PT. Tanindo Intertraco Zainuri menjelaskan, kemampuan semangka Apollo dalam menghasilkan buah yang seragam dengan rasa yang lebih manis dan lebih merah itu karena semangka ini memiliki karakteristik tanaman yang lebih baik dari semangka sejenis lainnya.

“Hal itu karena selama masa pengisian buah hingga buah benar-benar masak, daunnya, terutama daun bawahnya, masih bisa tetap kuat dan segar. Berbeda dengan semangka sejenis lainnya yang daunnya kurang kuat dan cepat mengering, sehingga hasilnya kurang begitu manis dan menarik dibandingkan Apollo,” terang Zainuri.

Selain itu, lanjut Zainuri, pertumbuhan tanamannya yang lebih kuat dan seragam serta mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi tanah juga menjadi faktor pendukung utama tingginya kualitas hasil semangka Apollo.

Keunggulan lain yang dimiliki oleh semangka berumur panen sekitar 60 hari setelah pindah tanam itu adalah pembentukan buahnya yang mudah jadi dan seragam. Menurut Zainuri, calon buah yang muncul dalam satu tanaman cukup banyak, terutama pada ruas ke-12 hingga ke-14 yang biasa dipelihara oleh para petani untuk dibesarkan hingga panen.

“Meskipun calon buah yang dipilih petani pada ruas ke-12 sudah jadi, calon buah lainnya masih tetap muncul di masing-masing ruas tanaman, terutama antara ruas ke-12 hingga ke-14. Hal ini tentu lebih menguntungkan para petani, karena bisa menjadi cadangan seandainya buah yang telah dipilih petani pada ruas ke-12 itu rontok, sehingga hasil buahnya bisa tetap seragam. Karena letaknya tidak jauh dari ruas ke-12,” terang Zainuri.

Hal itu berbeda dengan semangka sejenis lainnya yang biasa ditanam petani di Indramayu. Zainuri mengatakan untuk jenis semangka yang biasa ditanam petani Indramayu, setelah calon buah yang dipilih pada ruas ke-12 jadi, calon buah berikutnya yang muncul letaknya cukup jauh, biasanya berada pada ruas ke-24. Alhasil, apabila calon buah pada ruas ke-12 itu rontok, maka petani harus menunggu cukup lama hingga calon buah pada ruas ke-24 itu muncul.

“Hasil buahnya tentu tidak bisa seragam, karena rentang waktu hingga munculnya calon buah pada ruas ke-24 cukup lama,” ungkap Zainuri. (AT : Vol. 13 No. 1 Edisi XLIV, Januari - Maret 2012)
 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).