INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

MENILIK SI MANIS LONJONG REDIN, YANG MENJADI IDOLA BARU DI PASAR
Varietas semangka satu ini masih terbilang baru dan belum banyak mewarnai pasar semangka yang ada. Namun, dengan segala kelebihan yang dimiliki semangka dengan nama Redin ini, kini keberadaannya mulai mendapat tempat di hati para petani dan juga pedagang.

Warna kulitnya yang hijau gelap dengan corak yang terlihat samar-samar, bahkan terkesan tanpa corak, menjadi salah satu ciri khas dari semangka hibrida Redin yang langsung menarik perhatian Haji Durrahman, salah seorang bandar semangka di Indramayu, Jawa Barat. Menurutnya, semangka dengan ciri khas seperti itulah yang lebih banyak dicari pasaran.

Haji Durrahman mengatakan, selain warna kulitnya yang menarik, daya tarik lain yang dimiliki Redin adalah bentuk dan ukurannya sudah sangat sesuai dengan permintaan pasar. Menurutnya, untuk pasar semangka lonjong, berat ideal yang dikehendaki adalah berkisar antara 3 hingga 3,5 kilogram per buah.

“Rasanya juga sangat manis dengan warna daging buah yang merah sempurna. Meskipun masih baru, semangka ini memang patut diperhitungkan,” ungkap Haji Durrahman.

Tanggapan positif juga disampaikan para petani yang telah menanam semangka produksi PT. BISI International Tbk itu secara langsung. Murjaya misalnya, petani semangka asal Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, itu mengaku puas dengan hasil uji coba tanam semangka Redin di lahannya. Ia pun langsung berniat untuk menanamnya lagi dengan luasan yang lebih besar. “Karena hanya mencoba, saya kemarin hanya tanam satu bungkus. Tapi setelah lihat hasilnya sangat bagus seperti itu saya mau menanamnya lagi lebih luas,” ujar Murjaya.

Menurut Murjaya, dengan dibuahkan minimal dua buah per tanaman, semangka Redin yang ditanamnya rata-rata bisa menghasilkan buah dengan berat total berkisar 7 – 8 kilogram per tanaman, atau berat rata-rata per buahnya sekitar 3,5 kilogram.

“Ukuran dan bentuknya sudah ideal. Warnanya bagus, hijau gelap dan coraknya tidak begitu terlihat. Rasanya juga sangat manis, sehingga sangat mudah untuk masuk ke pasaran,” terang Murjaya.

Hal yang sama juga disampaikan Didi, petani semangka yang juga tinggal di Juntinyuat, Indramayu. Setelah menanam Redin sebanyak tiga bungkus, ia pun langsung mantap untuk kembali menanamnya setelah mengetahui hasil panen yang memuaskan.

“Saya sangat menyukai warna buahnya. Warnanya itu bisa hijau gelap dengan corak yang tidak begitu terlihat. Baguslah pokoknya. Rasanya juga cukup manis,” ungkap Didi.

Bagi petani semangka seperti Murjaya dan Didi, selain kualitas hasil panen yang bagus, adanya jaminan pasar yang pasti terhadap hasil panen adalah hal yang sangat penting. Dengan adanya kepastian pasar itulah mereka langsung berani memutuskan untuk kembali menanam varietas yang baru, yaitu  Redin. “Karena hasilnya sudah bagus dan pemasarannya sangat gampang, saya berani dan sangat tertarik untuk kembali menanamnya,” kata Didi.

Lantas, bagaimana dengan perawatan tanamannya? Baik Murjaya maupun Didi sama-sama mengaku tidak mengalami masalah. Dengan kata lain, untuk menanam semangka hibrida Redin tidaklah berbeda dengan menanam semangka biasanya. “Teknisnya sama saja, nggak berbeda dengan yang lain. Hanya hasilnya saja yang jelas berbeda, Redin lebih baik,” ujar Murjaya sambil tersenyum.

Sementara itu menurut Zainuri, Market Development Vegetables Seed Manager PT. Tanindo Intertraco, kelebihan Redin yang utama memang terletak pada karakteristik buah yang dihasilkannya, yaitu mulai dari warna buahnya, ukurannya, hingga rasanya, di samping karakter tanamannya yang memang terbukti bagus. “Kulit buahnya kuat sehingga tidak mudah pecah dan lebih tahan simpan. Warnanya juga menarik, hijau kehitaman dengan rasa yang manis,” terang Zainuri.

Selain itu, lanjut Zainuri, daya adaptasi semangka Redin juga bagus dan pertumbuhannya kuat. “Di Lampung, dengan sistem tanam tanpa diwiwil sama sekali dan masing-masing tanaman dibuahkan hingga empat buah, hasilnya masih bisa optimal. Rata-rata beratnya antara dua hingga tiga kilogram per buah,” katanya.

Zainuri juga mengatakan, untuk semangka tipe buah lonjong, ukuran berat ideal yang paling banyak dicari konsumen memang yang berkisar 3 kg/buah. Kenapa tidak memilih yang lebih besar lagi? Menurutnya, konsumen cenderung lebih menghendaki buah yang tidak begitu besar dengan pertimbangan bisa langsung habis dalam sekali makan, atau kalaupun menyisakan tidak terlalu banyak dan bisa segera dihabiskan dalam waktu yang tidak terlalu lama. (AT : Vol. 13 No. 1 Edisi XLIV, Januari - Maret 2012)
 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).