INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

PANEN PERDANA DAN AGROKULINER BISI-2 DI LUWU

Pada pertengahan Maret lalu, Bupati Luwu berkesempatan melakukan panen perdana satu hektar jagung hibrida BISI-2 sebagai bagian dari upaya optimalisasi lahan pertanian. Selain itu, jagung hibrida produksi PT. BISI International Tbk itu juga dijadikan bahan dasar beragam olahan kuliner dalam lomba agrokuliner berbahan dasar jagung.

Bupati Luwu H. Andi Mudzakkar bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Luwu Andi Pangerang dan segenap pengurus Muspida setempat melakukan panen perdana jagung hibrida BISI-2 seluas satu hektar yang ditanam di lokasi Laboratorium Lapang (LL) program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Desa Bonto Matabing, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada Kamis, 17 Maret 2011, lalu.


Dari hasil ubinan yang dilakukan oleh petugas penyuluh lapang setempat, jagung hibrida BISI-2 itu bisa menghasilkan 8 ton/ha pipil kering panen. Hasil itu menurut Andi Pangerang bisa menjadi pemicu semangat para petani dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan yang mereka miliki. Sebagaimana diketahui, panen perdana itu juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka optimalisaasi lahan pertanian yang ada di kabupaten yang beribu kota di Balopa ini.

“Kita punya harapan, dengan panen jagung ini bisa menjadikan Kabupaten Luwu sebagai daerah yang tiada hari tanpa panen. Setiap saat kita bisa panen padi, panen jagung, dan jenis tanaman lainnya,” ujar Andi Pangerang.

Hal itu juga ditegaskan oleh Bupati Luwu Andi Mudzakkar. Ia berharap petani Luwu dapat lebih optimal dalam mengelola lahan yang mereka miliki. “Jika pengelolaan lahan dapat dioptimalkan lagi, maka keuntungan yang berujung pada kesejahteraan akan nampak di depan mata,” tegasnya.
 
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar bantuan benih jagung yang dikucurkan oleh pemerintah melalui BLBU (Bantuan Langsung Benih Unggul) itu tidak membuat petani menjadi “manja”. “Jangan jadikan bantuan pemerintah ini menjadi tujuan kita, melainkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini sifatnya mendorong petani untuk lebih giat lagi, bukannya untuk memanjakan petani,” ujar Andi Mudzakkar.

BISI-2 menjadi bahan baku lomba agrokuliner
Dari rangkaian panen perdana itu, ada satu agenda yang cukup menarik, yaitu lomba agrokuliner berbahan dasar jagung. Lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian TPHP Luwu itu diikuti oleh 11 Kelompok Wanita Dasawisma yang ada di Desa Bonto Matabing.

Menurut Andi Pangerang, lomba itu sengaja digelar sebagai wahana kreatifitas dan padat karya bagi para ibu dalam memanfaatkan jagung sebagai bahan dasar aneka macam olahan masakan. Selain itu, juga bisa dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi sebuah industri rumah tangga yang bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga.

“Kegiatan ini juga untuk mendorong para petani agar lebih giat dalam mengoptimalkan lahan yang mereka miliki dengan menanami jagung, karena komoditas ini memiliki banyak manfaat untuk dibudidayakan,” terang Andi Pangerang.

Yang menarik, sebagian besar peserta lomba itu memanfaatkan jagung hibrida BISI-2 yang dipanen muda sebagai bahan dasar beragam olahan masakan. Jagung itu kemudian diolah lebih lanjut menjadi beragam masakan yang lezat, terutama masakan khas Bugis-Makassar, seperti barongko dan baroppo jagung. Ada juga yang diolah menjadi aneka macam kue yang semuanya berbahan dasar jagung, seperti: kue bolu, kue lapis, kue kering, lemper, relade, dodol, dan putu padat jagung.

Hal itu menurut Andi Pangerang juga sebagai bukti bahwa jagung bisa dijadikan bahan pangan utama selain nasi. Dengan demikian, bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk tidak terlalu tergantung pada nasi. (AT : Vol. 12 No. 2 Edisi XLII, April - Juni 2011)

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).