INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

PULUHAN TAHUN MEMBERI UNTUNG
Puluhan tahun menjadi pilihan utama petani melon tentunya sesuatu yang sangat membanggakan. Namun tidak mudah untuk menjadikan melon Action sebagai varietas andalan petani dan merajai pasar melon Indonesia.

Sesuatu bisa melegenda karena dua hal, yaitu: pertama, karena kebaikannya, dan kedua, karena keburukannya. Alasan yang pertama tentunya menjadi harapan banyak orang terhadap sesuatu yang dihasilkannya. Untuk meraih predikat itu pun bukan suatu hal yang mudah untuk dicapai, memerlukan banyak waktu dan tenaga ekstra untuk memberikan kesan mendalam bagi para konsumennya.

Demikian pula dengan varietas melon Action. Untuk menjadi varietas yang disukai petani dan juga pedagang memerlukan usaha keras untuk melakukan pengenalan dan pendekatan langsung dari tahun ke tahun untuk membuktikan kalau varietas ini benar-benar bagus dan teruji kualitasnya. Hingga pada akhirnya varietas ini menjadi pilihan utama petani di banyak wilayah sentra melon di Indonesia.

Di Nganjuk, Jawa Timur, H. Muhammad Kholil Nawawi sudah puluhan tahun mengembangkan melon Action melalui kemitraan yang dibangunnya bersama petani-petani produktif pilihannya di Nganjuk. Setidaknya ia memiliki 150 orang petani yang tersebar di Nganjuk.

Dalam sekali tanam, sebagian besar petaninya menanam Action seluas ± 300 ru (± 0,5 ha) dengan omset lebih dari Rp. 10 juta tiap kali panen. “Ada juga yang tanam hingga lebih dari satu hektar, tapi jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 30 persennya saja,” terang Abah Kholil.

Abah Kholil (demikian panggilan akrabnya) memang tidak menanam langsung, namun ia membina dan memberikan modal langsung kepada para petani yang ia nilai produktif dan piawai untuk mengembangkan melon. Modal yang ia berikan bukanlah uang tunai, melainkan saprodi (sarana produksi), seperti: benih, pupuk, dan obat-obatan.

Dalam setahun, perputaran modal yang ia gulirkan kepada petani mitranya tidak kurang dari Rp. 1 Miliar. Rata-rata tiap petani mendapat bantuan modal saprodi senilai Rp. 10 juta. Dari modal yang digulirkan itu, Abah Kholil hanya mengutip 10 persennya sebagai keuntungan jika petani binaannya sukses panen.

“Tapi kalau gagal panen ya cukup mengembalikan modal pokoknya saja. Saya tidak mengambil keuntungan sama sekali,” terangnya. Meski demikian, ia memberi batasan kepada petaninya, jika tiga kali berturut-turut gagal panen maka ia menghentikan aliran modalnya kepada petani yang bersangkutan.

Meskipun sudah puluhan tahun mengembangkan melon, boleh dibilang ia menjadi salah satu perintis pengembangan melon di Nganjuk, Abah Kholil tetap merekomendasikan petaninya untuk menggunakan varietas Action. Pasalnya, kualitas tanaman dan produktivitasnya sudah terbukti bagus dan stabil. Lebih dari itu, katanya, pasar pun sudah terjamin.

“Varietas melon ini (Action-red) tetap stabil perkembangannya dari tahun ke tahun. Performa tanamannya tetap bagus dan hasilnya memuaskan. Buktinya petani-petani saya sampai sekarang masih enggan untuk beralih dari Action. Berarti  mereka juga tahu kalau melon ini memang bagus,” jelas Abah Kholil.

Beberapa petani mitra Abah Kholil di antaranya adalah Muryadi dan Suparyadi, keduanya adalah warga Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk. Mereka mengatakan, hingga saat varietas ini masih belum bisa ditandingi keunggulannya.

“Sampai sekarang memang belum ada tandingannya. Action masih lebih unggul. Buahnya lebih besar dan pemasarannya sangat gampang, banyak dicari pedagang,” terang Muryadi yang pernah panen sebanyak 20 ton dari sekitar 10.500 batang tanaman melon Action.

Hal yang sama juga disampaikan Suparyadi. Petani melon yang awalnya hanya sebagai buruh tebang tebu ini, kini sudah bisa memperbaiki rumah sekaligus merampungkan kuliah anak sulungnya hingga menjadi seorang guru berkat usaha tani melon Action.

“Sekarang saya sudah bisa memiliki lahan sendiri meskipun tidak luas. Yang penting, berkat bantuan Abah (Kholil) juga kini tiap kali tanam saya bisa tanam Action rata-rata 300 ru. Pokoknya saya nggak mau kalau tidak Action” ujar Suparyadi.

Sementara itu Tiyoso, petani melon asal Josaren, Tanjunganom, Nganjuk, juga berbagi pengalamannya tentang Action. Sejak awal berusaha tani melon, tepatnya tahun 1999, ia telah menjatuhkan pilihan terhadap varietas ini. “Dari awal tanam hingga tahun 2003 saya tanam Action. Setelah itu saya coba tanam jenis lain tapi hasilnya tidak bagus, kemudian saya kembali memakai Action sampai sekarang,” kenangnya.

Keberhasilan yang berkesan baginya adalah saat ia berhasil memanen 15.000 batang melon Action. Ia mengaku bisa mendapatkan 33 ton buah melon Action. Hasil itu di luar perkiraannya. “Perkiraan saya pada waktu itu hanya menghasilkan 20-an (ton), tapi ternyata bisa sampai 33 ton,” tegasnya.

Dari hasil panen Action sebanyak itu, Tiyoso bisa mengantongi uang hingga Rp. 80 juta. Sisa hasil usaha ini pun ia manfaatkan untuk membangun rumahnya yang baru.

Demikian halnya dengan Sugeng, petani melon asal Tirtorahayu, Galur, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak kenal Action tujuh tahun lalu ia sudah cocok dengan varietas ini.

“Istilahnya itu kalau tanam Action jelas tumbuhnya, perawatannya juga gampang. Buahnya bagus, netnya tebal,” jelas Sugeng. Meskipun ditanam dengan sistem telasah, kata Sugeng, melon Action tetap bagus pertumbuhannya dan lebih unggul dibandingkan melon lain. Sekali tanam, setidaknya ia menanam 20 pack benih Action untuk lahan satu hektar dengan sistem telasah.

Hasil tanam Action pertamanya (tahun 2003) membuahkan hasil sebuah mobil pick up. “Waktu itu saya dapat hasil panen 40 juta, sebagian saya pakai untuk uang muka mobil dan sebagian dipakai untuk tanam lagi,” kisahnya.

Seiring berjalannya usaha tanam melon Action, Sugeng pun menambah koleksi mobilnya dengan sebuah mobil station hasil panen 30 pack Action. Hasil panennya dihargai Rp. 116 juta. Yang lebih membanggakan lagi, lanjut Sugeng, berhasil menyempurnakan ibadahnya dengan menunaikan haji bersama istrinya. “Orang bilang saya naik haji dengan Action,” terangnya. (AT : Vol. 11 No. 2 Edisi XXXIX, April - Juni 2010)
 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).