INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

SI TANPA BIJI YANG MANIS DAN MUDAH BERBUAH
“Petani di sini mulai banyak yang menyukai semangka ini,” demikian ungkap Sigit, petani sekaligus pemilik salah satu kios pertanian di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur saat dimintai komentarnya tentang semangka tanpa biji Classic.

Sigit sendiri merupakan salah satu petani yang pertama kali mencoba menanam semangka tanpa biji produk dari Cap Kapal Terbang ini. “Hasilnya bagus,  panennya memuaskan,” ucap Sigit.NMeskipun semangka Classis yang ditanam Sigit tidak banyak, karena masih tahap mencoba, ia mengaku sangat puas dengan performa semangka tanpa biji atau seedless ini. Menurutnya, pertumbuhan tanamannya bagus, kuat dan seragam. Selain itu juga lebih toleran terhadap penyakit embun tepung atau Downey mildew. “Sehingga perawatannya lebih mudah,” sambungnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Tipyono, petani semangka di Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Situbondo, Jawa Timur. Bahkan dalam kondisi lingkungan yang kurang optimal, semangka Classic masih bisa tumbuh dengan cukup baik dan berbuah normal.

Bagaimana dengan buahnya? Menurut penuturan Sigit, semangka seedless Classic memiliki kulit buah yang lebih gelap. Bagi petani seperti Sigit, kulit buah yang lebih gelap dinilai lebih menguntungkan. Pasalnya, bisa menyamarkan goresan atau kerusakan yang biasanya terjadi pada kulit buah semangka akibat benturan saat pemanenan ataupun pengangkutan.

“Buahnya tetap terlihat mulus. Rusak sedikit tidak kelihatan, karena lebih gelap kulitnya. Sehingga tetap bisa masuk kelas A,” ujar Sigit. Rasa buahnya, kata Sigit, juga tidak kalah dengan semangka sejenis lainnya. Bahkan, menurut Tipyono rasanya cenderung lebih manis. Lantaran, kadar gula semangka seedless berdaging buah merah ini mencapai ± 12% brix.

Pembentukan buah mudah dan lebih genjah

Dalam usaha tani semangka seedless, mudah tidaknya pembentukan buah hasil persilangan menjadi salah satu indikator utama varietas semangka jenis ini menjadi pilihan. Pasalnya, penyerbukan bunga semangka ini masih harus dibantu tenaga manusia.

Sehingga bisa dibayangkan, andaikata sebuah varietas semangka seedless buahnya sulit terbentuk, padahal petani tentu saja sudah mengeluarkan biaya ekstra, tidak hanya untuk ongkos penyerbukan, tapi juga ongkos yang lainnya.

Demikian pula dengan Sigit. Salah satu alasan ia langsung menyukai Classic adalah karena pembentukan buahnya sangat mudah dan seragam. “Pembentukan buahnya gampang sekali mas. Buah yang terbentuk juga lebih seragam ukurannya,” ujar Sigit.

Menurut Tipyono, umur semangka ini juga lebih genjah lima sampai seminggu dibanding semangka seedless lain. Setidaknya saat memasuki umur 60 HST semangka ini sudah bisa dipanen.

Sigit juga mengatakan, ukuran buah semangka seedless Classic itu sudah sangat ideal. Dalam artian ideal sesuai standar pasar. Dari hasil panennya, berat per buahnya rata-rata 6 kg. “Bahkan tidak sedikit yang mencapai delapan sampai sembilan kilo. Pasarnya juga tidak ada masalah, karena sudah bisa langsung diterima pasar,” terangnya.

Demikian pula dengan Tipyono. Dari sekitar 8.000 pohon yang ditanamnya, rata-rata bisa menghasilkan buah dengan berat berkisar antara 5 – 6 kg/buah. Meskipun ditanam dalam kondisi lingkungan yang kurang optimal, karena lahannya sering tergenang akibat hujan, lebih dari satu ton semangkanya masih bisa masuk kelas A.

“Menurut pedagang yang membeli semangka saya ini, ada semangka jenis lain yang kondisi lingkungannya sama dengan di sini, hanya bisa menghasilkan empat kwintal kelas A dari total luasan satu hektar. Jadi ini masih lebih baik,” ucap Tipyono.

Tidak heran kalau sejumlah petani mulai tertarik untuk mengembangkan semangka tanpa biji Classic ini. Sigit sendiri mengatakan sudah ada tiga petani lainnya yang ikut menanam dan sudah memasuki masa panen.

“Petani di sini mulai banyak yang menyukai semangka ini. Sekarang sudah ada tiga petani yang menanam dan sebentar lagi panen. Mereka tertarik karena pertumbuhannya memang bagus dan buah yang dihasilkan juga sesuai standar,” terang Sigit kepada Abdi Tani. (AT : Vol. 11 No. 3 Edisi XL, Juli - September 2010)
 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).