INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

PANEN BISI 816 DI LAHAN MARGINAL BERSAMA GUBERNUR SUMATERA BARAT
Dengan sistem pengapuran terpadu, budidaya jagung super hibrida BISI 816 di lahan marginal dengan kondisi pH rendah dan ketersediaan air terbatas yang ada di Tanah Datar bisa berproduksi hingga 8 ton per hektar pipil kering panen. Gubernur Sumatera Barat pun mengapresiasinya dengan melakukan panen bersama.

Beda tanah beda perlakuan, namun benih yang digunakan tetaplah sama. Mungkin itu pernyataan yang tepat untuk menggambarkan hasil penanaman jagung super hibrida BISI 816 pada lahan marginal di Jorok Bukik Sangok, Desa Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Di lahan dengan karakteristik pH rendah dan curah hujan terbatas, BISI 816 mampu berproduksi rata-rata hingga 8 ton/ha pipil kering panen.

Keberhasilan itu didukung penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan setempat, yaitu pengapuran terpadu, yang diprakarsai oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Andalas Padang. Menurut Peneliti Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas Prof. Nurhayati Hakim, untuk membudidayakan tanaman jagung hibrida pada lahan marginal seperti itu memang memerlukan treatment atau perlakukan khusus, seperti pengapuran dan penggunaan bahan organik. Hal ini untuk meningkatkan kadar pH tanah ke tataran yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman sekaligus memperbaiki kondisi fisik dan kimiawi tanah.

Gelar teknologi penanaman BISI 816 dengan penerapan teknologi pengapuran terpadu pada lahan marginal itu pun mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Bersama dengan Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigoe, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumatera Barat Djoni, dan Rektor Universitas Andalas Musliar Kasim, Gubernur memanen langsung jagung super hibrida produk dari PT. BISI International Tbk ini.
Acara tersebut juga dihadiri oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani se-Kecamatan Rambatan, jajaran SKPD terkait, dan sejumlah akademisi dari Universitas Andalas.

Lebih lanjut Nurhayati mengatakan, dalam penerapan teknologi pengapuran terpadu tersebut, kapur pertanian yang diaplikasikan ke dalam tanah sebanyak 2 ton/ha. Sementara pupuk kimia yang digunakan hanya setengah dari dosis anjuran, karena telah didukung oleh aplikasi bahan organik berupa hijauan Tithonia, dan pupuk kandang atau jerami. Nurhayati berharap hasil kajian tersebut bisa diteruskan oleh Pemda Sumatera Barat kepada para petani sebagai salah satu rekomendasi teknologi tepat guna di daerahnya.   

Sementara itu Gubernur Irwan Prayitno menyambut baik gelar teknologi yang digagas oleh LPM Universitas Andalas tersebut. Ia berharap teknologi itu bisa diterapkan langsung oleh petani di Sumatera Barat, terutama untuk lahan-lahan marginal dengan karakteristik ber-pH rendah dan curah hujan terbatas.

“Untuk itu, peran para penyuluh pertanian di lapangan yang dikoordinir oleh Dinas Pertanian dan Badan Penyuluh Pertanian akan sangat menentukan berhasil tidaknya teknologi ini bagi para petani,” kata Irwan.

Irwan juga berharap, program gelar teknologi seperti ini nantinya bisa sejalan dengan program bantuan benih jagung hibrida dari pemerintah yang selama ini telah berjalan. Hal ini agar transfer teknologi kepada para petani bisa lebih cepat dan efektif.

Panen perdana di Agam
Selain di Tanah Datar, panen jagung super hibrida BISI 816 juga dilakukan di Kabupaten Agam. Bupati Agam Indra Catri bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Agam Eldi Zein, Kepala Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan, Perkebunan, Kehutanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam Amri Bakar, berkesempatan melakukan panen perdana tersebut di Desa Nagari Batu Kambiang, Kecamatan Nagari, Agam, Sumatera Barat (1/11/10).

Panen perdana jagung super hibrida produksi PT. BISI International Tbk itu merupakan hasil program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) jagung hibrida yang dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani Suka Maju. Berdasarkan hasil pengubinan yang dilakukan bersama PPL setempat, jagung super hibrida BISI 816 bisa menghasilkan produksi 11,37 t/ha pipil kering panen.

Menurut Sy. Datuak Bandaro Rajo, salah seorang perwakilan Kelompok Tani Suka Maju, penanaman BISI 816 itu bermula dari pemikiran bagaimana memaksimalkan lahan pertanian milik kelompok agar tidak sampai terjadi kekosongan. Pasalnya, sejumlah jaringan irigasi yang selama ini menjadi pendukung utama usaha tani kelompoknya mengalami kerusakan pasca bencana alam beberapa waktu lalu.

“Seiring dengan digulirkannya program SL-PTT dari pemerintah, akhirnya disepakati untuk membudidayakan jagung hibrida ini,” kata Datuak. Selain itu, budidaya jagung hibrida dinilai lebih gampang dan perawatannya tidak rumit. Nilai jualnya juga lebih bagus lantaran jaringan pemasarannya di Kabupaten Agam sudah tertata dengan baik.

Sementara itu, Indra Catri dalam sambutannya menegaskan perlunya dibangun hubungan kemitraan yang baik dan saling menguntungkan antara para petani dengan para stakeholder. “Kemitraan dengan stakeholder pada komoditi yang dibudidayakan, seperti perusahaan produsen benih jagung hibrida, grain collector, perusahaan pakan dan pangan berbasis jagung juga perlu dibina,” kata Indra.

Indra juga berharap, konsep “petani menanam, pejabat memanen” harus bisa dirubah menjadi “pejabat menanam, petani memanen”. Maksudnya, kepedulian pejabat di daerah terhadap pertanian, terutama dalam menyiapkan sarana dan prasarana pertanian untuk kemakmuran yang dapat dipanen oleh rakyatnya sendiri sebagai petani, perlu ditingkatkan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Ampek Nagari, Wali Nagari Batu Kambiang, Wali Jorong Pasa, para tokoh masyarakat, dan sejumlah perwakilan kelompok tani yang ada di Kecamatan Ampek Nagari. Selain itu, tim marketing PT. Tanindo Intertraco area Sumatera Barat juga nampak hadir. PT. Tanindo Intertraco merupakan anak perusahaan PT. BISI yang ditunjuk sebagai distributor tunggal produk-produk dari PT. BISI yang terkenal dengan logo Cap Kapal Terbang. (AT : Vol. 12 No. 1 Edisi XLI, Januari - Maret 2011)
 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).