INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

HASIL MELIMPAH DENGAN SUPER HIBRIDA BISI 222
Pertama kalinya mencoba menanam, Umar Hote langsung terkesan dengan performa dan hasil dari jagung super hibrida BISI 222. Senyumnya semakin lebar tatkala hasil konversi ubinan jagung yang ditanam di lahan seluas setengah hektar itu mencapai 13,8 ton per hektar pipil kering panen.

Umar Hote merupakan ketua kelompok tani “Tengko Situru” yang ada di Lara III, Desa Mekar Sari Jaya, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Ia bersama kelompoknya memang sengaja mencoba menanam jagung super hibrida terbaru dari PT. BISI International Tbk (BISI) itu untuk melihat sejauh mana performa dan hasilnya dibandingkan dengan jagung hibrida lainnya yang sudah ada di pasaran saat ini.

“Hasil pengamatan saya di lapangan, sejak awal menanam BISI 222 di lahan demplot hingga panen sangat baik. Pertumbuhan awal terlihat bagus dan seragam. Warna daunnya juga tetap hijau walaupun sudah memasuki umur panen,” ujar Hote.

Dari hasil ubinan yang dilakukan saat acara panen perdana BISI 222 pada tanggal 22 Februari 2011 lalu, diperoleh hasil konversi yang mencapai 13,8 ton per hektar pipil kering panen. Hasil itu menurut Horte sangat memuaskan dan bisa menjadi harapan baru bagi petani di Luwu.

“Tongkolnya besar dan barisan bijinya cukup rapat dengan warna biji yang cerah dan mengkilap. Bijinya lebih bobot dan timbangannya lumayan berat, sehingga wajar kalau produksinya juga tinggi,” ucap Hote.

Hal yang sama juga disampaikan oleh anggota kelompok tani Tengko Situru, yaitu Armin dan Aca’. Menurut Armin, jagung super hibrida BISI 222 bisa menjadi salah satu pilihan yang terbaik untuk ditanam pada kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini, terutama di wilayah Kabupaten Luwu Utara. “Meskipun ditanam pada lahan yang basah dan sering tergenang, pertumbuhannya masih bagus dan tumbuh dengan subur,” terang Armin.

Armin juga mengaku suka dengan warna bijinya yang berwarna orange cerah kemerahan dan mengkilap. “Tongkolnya besar dan janggelnya kecil. Saya suka dengan warna bijinya yang mengkilap dan cerah seperti (jagung hibrida) BISI-2. Produksinya juga tinggi,” ujarnya.

Menurut Aca’, performa BISI 222 semakin sempurna dengan vigor tanaman yang kokoh, sehingga tidak mudah roboh. “Tanamannya seragam dan batangnya kokoh, sehingga tidak mudah roboh,” kata Aca".

Jagung super hibrida yang memiliki umur panen sekitar 102 hari itu memang memiliki karakter batang yang besar, kokoh, dan tegak dengan warna hijau tua. “Tinggi tanamannya sekitar 217 cm dengan warna daun hijau tua,” ujar Doddy Wiratmoko, Market Development Corn Seed Manager PT. Tanindo Intertraco.

Lebih lanjut, Doddy menyebutkan, BISI 222 juga memiliki daya adaptasi yang luas dan sangat baik ditanam saat musim hujan ataupun kemarau. Pasalnya, klobotnya mampu menutup dengan sempurna sehingga bisa melindungi biji dari terpaan air dan juga kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.

Selain itu, kata Doddy, jagung tersebut juga bisa dan cocok dipanen muda untuk dijadikan jagung rebus ataupun jagung bakar. “Kalau direbus atau dibakar, rasanya lebih manis dibandingkan jagung biasa, tapi tidak semanis jagung manis. Teksturnya juga lebih pulen,” terangnya.

Doddy juga mengingatkan, untuk mendapatkan hasil yang optimal, penanaman BISI 222 sebaiknya menggunakan jarak tanam yang normal, yaitu 70 x 20 cm. “Kalau terlalu rapat, tongkolnya tidak bisa berkembang optimal,” ungkapnya.

Tahan penyakit
Jagung hibrida hasil silang tunggal ini juga sangat cocok untuk dikembangkan di dataran tinggi, khususnya yang endemis penyakit khas dataran tinggi, yaitu penyakit busuk pucuk tongkol. Pasalnya, BISI 222 sudah terbukti tahan dari serangan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur Gibberella zeae.

Selain itu, jagung yang memiliki potensi hasil hingga 13,65 ton per hektar pipil kering ini juga tahan terhadap serangan penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), karat daun (Puccinia sorghi), dan hawar daun (Helminthosporium maydis).

Hal itu juga dibuktikan dari hasil penanaman di Namorambe, Deliserdang, Sumatera Utara. Di lahan dengan kondisi stress nutrisi dan endemis bulai, jagung super hibrida BISI 222 mampu tumbuh optimal dengan hasil mencapai 12,88 ton per hektar pipil kering.

“Kualitas genetik BISI 222 yang tahan bulai merupakan kunci dari nilai tambah produk ini. Karena, umumnya petani di Sumut kehilangan hasil hingga 40 persen hanya karena serangan bulai. Dengan demikian, adanya jagung ini akan mampu memberikan kepastian hasil yang tinggi dengan kualitas pipilan terbaik,” ujar Ery Supriyadi, Market Development Corn Seed area Sumatera Bagian Utara. (AT : Vol. 12 No. 2 Edisi XLII, April - Juni 2011)

Deskripsi jagung super hibrida BISI 222:
- Tahan penyakit busuk pucuk tongkol (Gibberella zeae), penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), karat daun (Puccinia sorghi), dan
  hawar daun (Helminthosporium maydis)
- Potensi hasil mencapai 13,65 ton per hektar pipil kering
- Jumlah baris dalam tongkol 14 – 16 baris
- Umur panen ± 100 HST
- Warna biji oranye kemerahan
- Cocok ditanam pada dataran tinggi
- Cocok dipanen muda untuk jagung rebus dan bakar

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).