INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

DISUKA PETANI, DIMINATI PEDAGANG
Slogan “Rajanya Tongbes” atau rajanya tongkol besar yang menempel pada jagung super hibrida BISI 816 ternyata bukan hanya sekedar penarik minat, namun sudah benar-benar terbukti. Bukan hanya petani, tapi pedagang pun juga membuktikan sendiri keunggulan dan keuntungan yang bisa diperoleh dengan usaha tani jagung produksi PT. BISI International Tbk ini.

Supriyono misalnya, petani sekaligus pedagang pengepul jagung di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung ini mengaku sangat puas dengan performa BISI 816. Hasil yang melimpah dan ketahanannya terhadap penyakit bulai menjadi jaminan bagi petani untuk menikmati hasil panen yang lebih baik.

Pria yang rutin memasok jagung ke pabrik pakan ternak sebanyak 1.500 ton setahun ini menanam BISI 816 di tengah ancaman penyaki bulai yang tengah mewabah di daerahnya. Ia menanam 20 kg benih di lahan seluas 4 hektar, dimana 3 hektar di antaranya ditanam di sela-sela tanaman sawit yang baru berumur dua tahun. Hasilnya, tidak kurang dari 32 ton jagung pipil kering berhasil ia dapat.

Sejak saat itu Supriyono rutin menanam jagung ini hingga sekarang. Terhitung, ia sudah tiga musim menanam BISI 816. Saat ini ia menanam 35 kg benih BISI 816, 5 kg di antaranya merupakan bantuan benih dari pemerintah melalui program BLBU (Bantuan Langsung Benih Unggul) untuk kelompok tani Bakti Jaya yang ia pimpin.

Demikian halnya dengan Sahri, pedagang penebas jagung asal Kecamatan Kedupok, Probolinggo, Jawa Timur. Di musim yang sulit seperti sekarang, menanam jagung BISI 816 menjadi solusi jitu bagi petani dan juga pedagang sepertinya.

“Kalau sekarang nggak ada BISI 816, (maka) Probolinggo bisa gagal panen, karena putih (terserang bulai-red) semua. Pedagang seperti saya juga bisa rugi karena tidak ada jagung yang bisa dipanen,” kata Sahri yang biasa mengirim hingga 200 truk (sekitar 1.500 ton) jagung pipil kering ke pabrik pakan ternak.
Ia mengaku bisa mendapat untung banyak dari hasil menanam sekaligus menjual panenan jagung ini, karena kualitas dan rendemen hasilnya cukup tinggi. Dari tujuh kilogram benih, ia bisa mendapat 3,4 ton jagung pipil kering dengan kadar air 17%.

“Hasil itu lebih tinggi dari biasanya. Perkiraan saya hanya 2,4 ton, eh ternyata bisa keluar 3,4 ton. Itupun sudah diambil beberapa oleh petani untuk acara FFD. Saya jelas untung banyak, karena pada musim sulit seperti ini maksimal biasanya hanya bisa mencapai 2,4 ton. Itupun kalau tidak ada penyakit,” ujar Sahri.

Sementara itu, Ahmad Zainuri, ketua kelompok tani Sri Lestari, Desa Tunjung, Kecamatan Udanawu, Blitar, Jawa Timur mengatakan, sebagian besar petani di daerahnya, termasuk dirinya, sudah menggunakan BISI 816. Alasan utamanya adalah karena lebih tahan bulai. Pasalnya, sudah dua tahun ini daerahnya menjadi endemis bulai. “Hasilnya, 90 persen tidak terkena bulai. Padahal varietas lain yang terserang bisa lebih dari 60 persen,” kata Zainuri.

Bagi Nurhadi, Kepala Desa Ndlisen, Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah, menanam jagung BISI 816 mampu memberikan kepuasan tersendiri. Pasalnya, di lahan seluas 3,5 ha dan dengan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah), tanamannya terlihat kokoh dengan tongkol yang besar-besar dan bebas penyakit bulai.

“Dengan melihat tanamannya saja sudah bisa ditebak kalau hasilnya pasti banyak,” terang Nurhadi. “Perawatannya juga lebih ringan. Karena tidak perlu membuang siwilan (tongkol kedua yang muncul di tongkol utama) seperti jagung lainnya.”

Lain halnya dengan pasangan Jamil dan Aminatun, petani sekaligus pembuat marning, makanan ringan dari jagung, di Desa Sumberejo Joho, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bijinya yang besar-besar dan muput sampai ujung menjadi daya tarik bagi mereka berdua.

“Bijinya besar-besar sehingga bagus dibuat marning. Hasile mlecur-mlecur (hasilnya bisa mekar-red),” ujar Aminatun. Menurutnya, dengan biji jagung yang besar, maka tidak akan banyak yang terbuang. Dalam musim hujan seperti sekarang ini, satu kilogram jagung pipil BISI 816 bisa menghasilkan 600 – 700 g marning. “Kalau musim kemarau bisa 800 sampai 900 gram,” imbuhnya. Tidak heran kalau akhirnya jagung super hibrida BISI 816 juga menyandang ‘gelar’ disukai petani dan diminati pedagang. (AT : Vol. 12 No. 2 Edisi XLII, April - Juni 2011)
 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).