INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

BALI FLOWER, SI LOREK YANG MENGGODA
Menanam di luar musim memang bukan perkara yang mudah, namun apabila didukung dengan varietas yang adaptif untuk segala kondisi dan teknik budidaya yang tepat tentunya akan mendatangkan hasil yang memuaskan. Seperti petani di Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah yang sukses menanam dan memanen semangka hibrida Bali Flower di musim hujan. Belasan juta rupiah pun bisa langsung masuk kantong mereka.

Musim yang dinilai banyak kalangan menyimpang dari pakemnya ternyata tidak serta merta membuat sebagian petani menyerah dengan keadaan. Tengok saja sejumlah petani semangka di Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah. Meskipun hujan terus mengguyur dan sulit diprediksi, beberapa dari mereka tetap mengusahakan tanaman buah yang lazim ditanam saat musim kering ini.

Lantaran bercocok tanam di luar musim itu pula, harga jual yang didapat petani lebih tinggi dari biasanya. Tentu saja keuntungan yang masuk ke kantong petani juga lebih banyak. Kundori dan Zainur misalnya. Petani semangka asal Desa Curut, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan ini sama-sama mampu meraup untung lebih dari Rp. 15 juta setelah memanen semangka hibrida Bali Flower seluas hampir satu hektar.

“Semangka Bali Flower saya kemarin ditebas Rp. 27.500.000. Waktu itu harganya juga pas bagus, bisa sampai Rp. 2.000 per kilogram,” ujar Kundori. Untuk menanam sebanyak 15 pack benih semangka Bali Flower, ia mengaku menghabiskan total biaya untuk ongkos produksi sekitar Rp. 12 juta. “Itu sudah termasuk ongkos biaya sewa lahan dan pemulihan lahan setelah masa sewanya selesai,” lanjutnya.

Hasil yang sama persis juga dialami Zainur. Semangka Bali Flower-nya juga ditebas dengan nominal yang sama dengan milik Kundori. “Karena luas lahannya sama dan penebasnya juga sama,” terang Zainur sembari tersenyum.

Mudah jadi dan seragam
Meskipun bisa mendatangkan untung lebih, bukan berarti bercocok tanam semangka di luar musim tanpa resiko. “Resiko yang paling besar di sini adalah kebanjiran. Kalau sudah tergenang air, kebanyakan petani pasti merugi karena tanamannya rusak dan buahnya membusuk. Bisa juga sampai gagal panen. Kalaupun panen, biasanya tidak bisa bagus,” ungkap Kundori.

Oleh karenanya kebanyakan petani semangka, khususnya di kawasan Grobogan, lebih memilih untuk menanam semangka di musim yang lebih kering. “Biasanya dalam setahun, petani di sini tanam semangka tidak lebih dari dua kali. Bergantian dengan padi,” terang Kodir, petani asal Curut yang juga rutin menanam semangka.

Lantas, apa yang membuat Kundori dan beberapa petani Curut lainnya berani untuk menanam semangka di musim hujan? Salah satu jawaban yang mereka utarakan adalah penggunaan benih semangka yang lebih tahan dan mampu beradaptasi dalam kondisi yang basah, bahkan tergenang sekalipun.

Seperti saat mereka mencoba menanam semangka hibrida Bali Flower. Menurut Kundori, tanaman semangka produksi PT. BISI International Tbk ini dinilai cukup bagus dan tahan dalam kondisi lingkungan yang basah maupun tergenang.

“Waktu itu juga sempat tergenang, tapi tidak ada yang busuk. Padahal, semangka jenis lain yang ditanam bersebelahan banyak yang busuk,” terang Kundori.

Penurunan produktivitas semangka yang biasa terjadi saat penghujan pun, menurut Zainur, juga tidak begitu dirasakan saat menanam Bali Flower. “Rata-rata masih bisa menghasilkan buah dengan bobot enam hingga tujuh kilogram. Padahal waktu itu curah hujannya cukup tinggi,” ucapnya.

Bobot rata-rata di musim hujan yang masih bisa menyentuh angka 6 – 7 kg/buah tersebut menurut mereka masih terbilang cukup bagus, mengingat resiko gagal panen di musim hujan yang cukup tinggi. Performa tanaman yang juga meyakinkan saat ditanam di luar musim turut menjadi garansi lain yang menguntungkan bagi mereka.

“Perawatannya lebih mudah. Pertumbuhannya cepat, begitu pindah tanam bisa langsung nglilir dan segar terus tanamannya. Kalau yang lain, saat musim-musim sulit seperti ini meskipun sudah berumur dua minggu setelah pindah tanam masih banyak yang layu,” kata Kundori.

Menurut Zainur, pembentukan buahnya juga lebih gampang dan serempak. “Pentilnya (bakal buah-red) bisa serempak,” ujarnya. Bahkan, pentil pertamanya bisa langsung jadi buah meski ditanam di musim hujan. “Biasanya pentil pertama dan kedua tidak bisa tahan saat musim hujan,” tambah Kundori.

Performa yang meyakinkan di luar musim tak ayal membuat petani setempat semakin yakin dengan Bali Flower. “Di musim hujan saja masih bisa diandalkan, apalagi saat ditanam di musim yang tepat. Pasti lebih baik lagi,” kata Kodir.

Bagaimana dengan intensitas serangan penyakit yang cenderung meningkat di musim penghujan? Kundori mengatakan, Bali Flower yang ia tanam relatif lebih aman dari serangan hama maupun penyakit. “Lebih tahan terhadap serangan penyakit downey mildew,” ujar Kundori.

Mudah diterima pasa
r
Selain faktor performa tanaman dan buah yang dihasilkan, satu faktor lain yang sangat penting dan selalu menjadi pertimbangan utama para petani semangka adalah adanya jaminan pasar terhadap hasil panen mereka. Menurut Widodo, petani semangka sekaligus pedagang asal Desa Curut, mudah tidaknya buah semangka diterima pasar dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah ukuran buah dan warna kulit buahnya.

“Yang penting ukuran buahnya besar. Kalau pembeli biasanya juga mempertimbangkan warna kulit buahnya. Semangka dengan kulit buah yang cerah akan lebih cepat laku,” terang Widodo yang biasa memasok semangka ke sejumlah pasar induk seperti Cibitung dan Kramatjati.

Bagaimana dengan Bali Flower? Menurutnya, pemasaran semangka berdaging buah merah ini tidak ada masalah. Pasalnya, semangka ini memiliki ukuran buah yang besar dengan kulit buah hijau cerah. Selain itu, daya simpan buahnya juga lebih bagus dibanding yang lain. “Sampai dua minggu pun buahnya masih tetap segar dan renyah,” kata Widodo. “Mungkin karena kulit buahnya lebih tebal sehingga tidak mudah pecah dan lebih tahan simpan,” sambung Kundori. (AT : Vol. 12 No. 2 Edisi XLII, April - Juni 2011)
 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).