INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk



TERUS BERJUANG DI TENGAH BESARNYA PELUANG PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 23 December 2013 02:57

Bagi petani, keberadaan pasar merupakan sesuatu yang mutlak sebagai sebuah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dari sebuah perputaran roda ekonomi mereka. Di saat pasar tengah lesu, bisa dipastikan ekonomi mereka pun bakal ikut-ikutan lesu. Demikian pula sebaliknya, saat kondisi pasar bergairah, maka para petani pun turut merasakan efek positifnya, meskipun masih sering ‘diserobot’ oleh ulah para tengkulak.

Seiring dengan kebijakan pemerintah yang membatasi sejumlah komoditas impor hortikultura untuk melindungi kepentingan petani dalam negeri, maka secara tidak langsung hal itu sekaligus menciptakan peluang pasar yang besar bagi para petani sendiri, baik itu pasar domestik maupun pasar ekspor.

Dengan terbukanya peluang pasar yang lebar itu, ibarat bermain sepak bola, maka ‘posisi bola’ kini ada di pihak petani. Sehingga keputusannya kembali ke petani sendiri, mau diapakan bola itu, apakah digiring untuk kemudian mencetak gol yang manis, ataukah hanya sekedar ditimang-timang tanpa menghasilkan apa-apa dan akhirnya justru direbut oleh pihak lawan.

Tentu saja untuk mencetak gol yang manis itu harus melewati banyak hadangan lawan sekaligus melakukan ‘dribbling’ dan ‘umpan’ yang bagus untuk melewati semua rintangan tersebut. Oleh karena itu, kemampuan individu petani untuk bersaing menjadi kunci keberhasilan.

Untuk bisa bersaing di pasar domestik dan juga pasar ekspor, petani memang dituntut ‘mahir’ dalam aspek on farm sekaligus menguasai aspek off farm-nya. Sehingga mampu menghasilkan output product yang unggul dan mumpuni untuk memenangkan persaingan di pasar.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Pertanian juga terus berupaya meningkatkan daya saing para petani, khususnya petani hortikultura, melalui bimbingan program good agriculture practices dan good handling practices. Dengan harapan, petani yang dulunya hanya sekedar menanam dan memanen, kini bisa menerapkan aspek-aspek budidaya yang tepat sekaligus penanganan pascapanen yang baik dan benar, sehingga bisa menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar ekspor. Yaitu, produk yang segar, sehat, dan terjamin kontinyuitasnya.

Meskipun sudah berhasil menembus pasar ekspor dengan mudah, aspek kualitas tetap harus diperhatikan disamping terus menjaga kuantitasnya. Seperti yang disampaikan Menteri Pertanian Suswono, jangan lantaran pasar sudah bisa menerima dengan baik, aspek kualitas diremehkan, dan hanya mengejar kuantitasnya saja. Tentu hal ini akan menjadi boomerang bagi petani sendiri, karena sekali pasar menolak maka konsumen tidak akan percaya lagi.

Sepertinya, petani kita masih harus terus berjuang dengan segala keterbatasannya untuk bisa benar-benar mahir dalam aspek on farm sekaligus ciamik dalam off farm, demi memenangkan persaingan dan menghasilkan gol yang cantik bagi kemenangan petani Indonesia. Tidak ada yang tidak mungkin.

 




PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).